Unpad Akan Bangun 18 Gedung Baru di Jatinangor

[Unpad.ac.id, 17/10/2014] Unpad akan membangun 18 gedung baru di kampus Jatinangor. Awal pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia, beserta para pimpinan dan tamu undangan di Lapangan Merah Unpad Kampus Jatinangor, Jumat (17/10).

Peletakan batu pertama sebagai simbolisasi akan mulai dibandung 18 gedung baru di Unpad Kampus Jatinangor. Peletakan batu pertama dilakukan di Lapangan Merah Unpad Kampus Jatinangor, Jumat (17/10). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Peletakan batu pertama sebagai simbolisasi akan mulai dibandung 18 gedung baru di Unpad Kampus Jatinangor. Peletakan batu pertama dilakukan di Lapangan Merah Unpad Kampus Jatinangor, Jumat (17/10). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Pembangunan 18 gedung tersebut terdiri dari gedung sebuah perpustakaan 4 lantai, sebuah gedung Laboratorium Bersama, 3 gedung Fakultas Teknik Geologi, 4 gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 2 gedung Fakultas Farmasi, 3 gedung Fakultas Ilmu Keperawatan, 2 gedung Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, dan 2 gedung Fakultas Teknologi Industri Pertanian. Pembangunan tersebut akan dilakukan oleh kontraktor PT Pembangunan Perumahan (PP).

Pembangunan di atas lahan seluas 40.000 meter persegi tersebut didanai penuh dari Islamic Development Bank (IDB). Menurut Ketua Project Management Unit (PMU) IDB Unpad, Prof. Benny Joy, total dana IDB yang diterima oleh Unpad sebesar 35 juta US Dollar. Sebanyak 22 juta US Dollar digunakan untuk pembiayaan pembangunan gedung, sementara sisanya digunakan untuk pengembangan SDM dan kurikulum di Unpad.

“Pembangunan tersebut harus selesai dalam waktu 14 bulan. Kita minta kepada kontraktor mesti cepat,” jelas Prof. Benny di sela kegiatan.

Dalam acara peletakan batu pertama tersebut dilangsungkan pula penandatanganan kontrak yang dilakukan oleh Prof. Benny bersama Kepala UPT Pengelolaan Lingkungan Kampus, H. Yayan Sumekar, S.P., M.P., dengan Direktur PT. PP , Barlin Wisnu Aji, dan disaksikan langsung oleh Rektor.

Dipilihnya lokasi peletakan batu pertama di Lapangan Merah karena di kawasan tersebut akan dibangun salah satu gedung, yakni Gedung Laboratorium Bersama. “Gedung ini nantinya akan dipakai untuk praktikum bersama. Laboratorium bersama juga mencerminkan kebersatuan kita antar fakultas,” tandasnya.

Pengajuan pendanaan dari IDB sendiri melewati proses yang panjang. Awal pengajuan tersebut dimulai pada tahun 2005, pada masa Rektor Unpad ke-9, Prof. Himendra Wargahadibrata, dr., Sp.AN., KIC. Prof. Himendra bersama tim awal membuat proposal awal pengajuan dana IDB Untuk pengembangan kampus Unpad.

Pengajuan pun dilanjutkan oleh Rektor selanjutnya, Prof. Ganjar Kurnia. Beberapa kali pengajuan tersebut dilakukan revisi. Hingga tahun 2011, proyek IDB di Unpad akhirnya ditandatangani oleh tim evaluator.

“Pada akhir 2011 seharusnya activity-nya sudah harus mulai semua, namun demikian karena kita diberitahu activity-nya mulai Oktober 2011, maka kita activity yang mulai full tahun 2012,” papar Dr, Koeswadji, salah satu tokoh yang berperan dalam pengajuan IDB di Unpad.

Foto-foto oleh: Tedi Yusup / Humas Unpad

Lebih lanjut Dr. Koeswadji menuturkan, proses pembangunan fisik sendiri dimulai pada bulan Oktober tahun ini. Hal ini disebabkan adanya kesepakatan bersama dahulu antara Unpad dengan beberapa konsultan. Kesepakatan ini salah satunya mencakup konsep detail dari desain bangunan. Prosesnya pun memerlukan waktu yang cukup lama.

“Barulah setelah desainnya keluar, kita lakukan lagi lelang kontraktornya,” ujar Dr, Koeswadji.

Pada akhirnya, pada tanggal 14 Oktober lalu, IDB menetapkan PT. PP sebagai pemenang kontraktor. Rektor pun berharap pembangunan tersebut berjalan dengan cepat dan tidak terlalu mengganggu aktivitas perkuliahan di kampus Jatinangor.

“Terima kasih kepada teman-teman yang telah berusaha keras sejak Prof. Himendra. Saya titipkan kepada PP, dan kita semua, tolong kerjakan ini dengan sebaik-baiknya,” pesan Rektor.

Dalam kegiatan tersebut juga hadir, Prof. Himendra, Dr. Koeswadji, Direktur Pendanaan Luar Negeri Multilateral Bappenas RI, RM. Dewo Broto Joko, S.H., LLM, pimpinan universitas dan fakultas, serta perwakilan mahasiswa. Melihat pengembangan pembangunan kampus Jatinangor yang semakin meningkat, Prof. Himendra pun mengapresiasinya.

“Ini adalah kemajuan dari suatu performa Unpad. Pembangunan ini akan membuat Unpad jauh lebih baik,” kata Prof. Himendra.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh