Unpad Serahkan Buku Sumbangan Mahasiswa Baru ke Perpustakaan dan Taman Bacaan

Perwakilan mahasiswa menyerahkan sumbangan buku kepada salah satu pengelola perpustakaan. Acara dilaksanakan di Ruang Rapat LPPM Unpad, Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Senin (3/11) kemarin. (Foto oleh: Artanti)*

[Unpad.ac.id, 4/11/2014] Perpustakaan bukanlah hanya tempat tumpukan buku. Perpustakaan harus mempunyai peran dalam mengembangkan informasi untuk membangun masyarakat informasi yang dalam perkembangannya menjadi masyarakat berpengetahuan. Dengan demikian, diperlukan kemampuan literasi informasi.

Perwakilan mahasiswa menyerahkan sumbangan buku kepada salah satu pengelola perpustakaan. Acara dilaksanakan di Ruang Rapat LPPM Unpad, Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Senin (3/11) kemarin. (Foto oleh: Artanti)*
Perwakilan mahasiswa menyerahkan sumbangan buku kepada salah satu pengelola perpustakaan. Acara dilaksanakan di Ruang Rapat LPPM Unpad, Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Senin (3/11) kemarin. (Foto oleh: Artanti)*

Hal tersebut disampaikan Wina Erwina, Dra., MA dari Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad yang juga merupakan Ketua Kelompok Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Hibah Buku Unpad 2014 “Berbagi Buku Berbagi Ilmu”. Dihadapan puluhan pengelola perpustakaan dan taman bacaan masyarakat dari Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung, Wina menjelaskan mengenai Implementasi Literasi Informasi Masyarakat. Acara digelar di Ruang Rapat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Senin (3/11) kemarin.

“Pustakawan harus melek terhadap informasi. Perpustakan bukan hanya statis, tetapi aktif dalam membuat kegiatan,” ujar Wina.

Ia mengatakan, literasi informasi sebagai dasar pembelajaran sepanjang hayat. Dalam literasi informasi, intinya adalah memberikan kemampuan search, find, dan use. Artinya, masyarakat dapat mencari informasi dengan benar, dapat menemukannya dengan benar, lalu menggunakannya dengan benar. “Perpustakaan dan taman baca masyarakat harus memiliki fungsi sebagai pusat pembelajaran masyarakat secara informal,” ujar Wina.

humas unpad _2014_11_03_00052546 humas unpad _2014_11_03_00052514Dalam kesempatan tersebut, Unpad menyalurkan buku sumbangan dari mahasiswa baru tahun 2014 kepada 23 perpustakaan dan taman bacaan di wilayah Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung. Masing-masing mendapatkan sebanyak 200 eksemplar buku.

Penyerahan buku secara simbolis dilakukan oleh perwakilan mahasiswa baru Unpad kepada masing-masing pengelola perpustakaan dan taman bacaan. Penyerahan buku ini juga disaksikan oleh Ketua LPPM Unpad, Prof. Dr. Wawan Hermawan, MS dan Ketua Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni (LPKA) Unpad, Dr. Ir. Heryawan Kemal Mustafa, M.Sc.

Tahun ini, telah terkumpul 15.372 eksemplar buku dari sumbangan mahasiswa baru. Sejumlah buku tersebut disebar ke 19 titik tempat, termasuk di Bandung, Sumedang, Indramayu, Cirebon, Tasikmalaya, Garut, dan Sukabumi.

Wina berharap, bantuan ini dapat turut menambah jumlah koleksi perpustakan dan taman baca serta bisa dimanfaatkan oleh masyarakat semaksimal mungkin. Buku-buku tersebut telah dipilah, sesuai dengan kebutuhan dari perpustakaan atau taman bacaan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Wawan menegaskan bahwa Unpad tidak hanya sekadar menyerahkan bantuan buku. Unpad akan siap membantu apabila ada yang membutuhkan dalam hal pengelolaan atau memberikan pelatihan terkait perpustakan. Buku tersebut diharapkan jangan hanya disimpan, tetapi dapat digunakan sebaik mungkin.*

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh

Share this: