FEB Unpad Masuk Jajaran Institusi Penelitian Terbaik di Asia versi RePEc/IDEAS Ranking

[Unpad.ac.id, 30/06/2015] Berdasarkan perankingan yang dilakukan oleh Research Papers in Economics (RePEc), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran mencatatkan 2 lembaga di bawah naungannya masuk dalam 100 Besar Institusi di Asia. Dalam daftar 100 Besar tersebut, hanya ada 3 institusi dari Indonesia.

Gedung FEB Unpad di Jln. Dipati Ukur 35 Bandung (Foto oleh: Tedi Yusup)*
Gedung FEB Unpad di Jln. Dipati Ukur 35 Bandung (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Pada IDEAS ranking edisi Mei 2015 yang disusun berdasarkan data RePEc, Fakultas Ekonomi Unpad berada di peringkat 77 di Asia. Selain itu, ada juga Center for Economics and Development Studies (CEDS) FEB Unpad yang menempati peringkat 98. Satu lembaga asal Indonesia lainnya yang masuk peringkat 100 Besar adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia yang berada di peringkat 90.

Selain Unpad dan UI, institusi penelitian lain yang masuk peringkat di Asia adalah SMERU Research Insitute (Jakarta) di peringkat 108 dan Economic Research Insitute for ASEAN and East Asia (ERIA) di peringkat 115. RePEc/IDEAS rangking disusun setiap bulan berdasarkan aktivitas peneliti, institusi penelitian, bibliographic dan hasil penelitian yang dikutip.

“Ini menunjukkan bahwa Unpad, terutama dari segi publikasi ilmiah, Ilmu Ekonomi nya itu cukup terkemuka di Indonesia,” tutur dosen dan peneliti FEB Unpad, Dr. Arief Anshory Yusuf, SE, M.Sc. saat ditemui di kampus FEB Unpad, Jln. Dipati Ukur Bandung, Senin (29/06).

RePEc sendiri merupakan database penelitian di Bidang Ilmu Ekonomi yang mencakup artikel penelitian, peneliti/penulis, dan institusi. Hingga saat ini, tercatat setidaknya ada 1,7 juta artikel penelitian dari 45 ribu peneliti dari 84 negara yang masuk dalam database ini. Artikel penelitian terdiri dari working papers, journal articles, software components, chapters, dan, books. Di Indonesia sendiri, ada 104 institusi yang terdaftar di RePEc. Staf peneliti FEB Unpad yang tercatat disana adalah berjumlah 42 orang, dengan ratusan working papers dan journal articles.

Menurut Arief, prestasi tersebut bukan hanya menunjukkan bahwa FEB Unpad sudah banyak mempublikasikan hasil penelitian secara internasional, tetapi juga menunjukkan kualitas, karena penilaian juga dilakukan berdasarkan jumlah peneliti lain yang mengutip hasil penelitian tersebut.

Baca juga: Bahas Kerja Sama Lanjutan ASUP Jabar, Rektor Bertemu Bupati Kabupaten Pangandaran dan Kuningan

“Publikasinya dilihat, berapa banyak dan berapa impact-nya. Impact itu berapa banyak dikutip sama orang. Jadi sitasi,” jelas Direktur Center for Economics and Development Studies (CEDS) Unpad ini.

Bukan hanya ranking berdasarkan institusi penelitian, setidaknya tiga peneliti dari Unpad masuk dalam 25% Top Authors in Indonesia. Mereka adalah Arief Anshory di posisi ke-5, Armida Alisjahbana di posisi ke-12, dan Arief Ramayandi di posisi ke-16. Arief Anshory sendiri berada di posisi 146 untuk author di Asia.

“Saya mengharapkan kita bisa lebih baik lagi. Caranya, publikasi saja sebanyak-banyaknya. Dan juga saya harapkan juga, fakultas-fakultas lain itu mempunyai sistem yang mirip. Karena kita bisa seperti ini salah satunya karena kita punya working papers dari yang sudah lama, yang terintegerasi sejak tahun 2000-an,” ujar Arief.*

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh

repec

Share this: