Unpad Sosialisasikan SNMPTN dan SBMPTN di Indramayu dan Majalengka

[Unpad.ac.id, 27/01/2016] Program Unpad Nyaah ka Jabar diharapkan dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di daerah. Hal tersebut diungkapkan Plt. Bupati Indramayu, Ir. H. Toto Muh Toha pada acara Sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN 2016 oleh Universitas Padjadjaran di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Selasa (26/01).

Plt. Bupati Indramayu, Ir. H. Toto Muh Toha (tengah) saat membuka sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN oleh Unpad di Aula Dinas Pendidikan Kab. Indramayu, Selasa (26/01). (Foto oleh: Artanti Hendriyana)*
Plt. Bupati Indramayu, Ir. H. Toto Muh Toha (tengah) saat membuka sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN oleh Unpad di Aula Dinas Pendidikan Kab. Indramayu, Selasa (26/01). (Foto oleh: Artanti Hendriyana)*

“Dengan Unpad Nyaah ka Jawa Barat, diharapkan Indeks Pembangunan Manusia di Indramayu akan meloncat,” tutur Toto.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Tata Kelola dan Komunikasi Publik Unpad, Dr. Soni A. Nulhaqim, M.Si mengatakan bahwa sudah menjadi komitmen Unpad untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Jawa Barat, diantaranya adalah dengan berupaya meningkatkan angka partisipasi perguruan tinggi masyarakat daerah melalui Unpad Nyaah ka Jabar.

“Untuk meningkatkan IPM, maka harus ditingkatkan angka partisipasi sekolah dan perguruan tingginya,” tutur Dr. Soni.

Lebih lanjut Dr. Soni mengungkapkan, Unpad Nyaah ka Jabar merupakan salah satu bentuk kecintaan Unpad terhadap masyarakat Jawa Barat. “Unpad sangat berkomitmen pada masyarakat Jawa Barat. Diperkuat dengan taglinefrom west java to the world, through SDGs,” ujarnya.

Senada dengan Dr. Soni, tim Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) Dr. Dudi, S.Pt., M.Si mengharapkan bahwa Program Unpad Nyaah ka Jabar dapat memberikan maslahat. “Diharapkan program ini akan membawa maslahat. IPM pun akan meningkat,” harap dosen Fakultas Peternakan Unpad ini.

Sementara itu, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unpad, Dr. Ir. Iskandar., M. Si mengatakan bahwa Indramayu memiliki potensi yang luar biasa dan bisa dikembangkan. Unpad pun mengundang putra putri terbaik Indramayu untuk dapat bergabung menjadi mahasiswa Unpad. Diantaranya melalui Program Unpad Nyaah ka Jabar.

Kenapa Unpad Nyaah ka Jabar? Karena Unpad lahir di tengah masyarakat Jawa Barat,” ujar Dr. Iskandar.

Baca juga: Herman Khaeron Tawarkan Model Pengembangan Diversifikasi Pangan Demokratis

Pada kesempatan tersebut, di hadapan peserta sosialisasi Dr. Dudi memaparkan mengenai Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran. Ia menjelaskan, Unpad membuka jalur pendaftaran mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

“Hanya dua jalur, transparan dan terukur, yaitu SNMPTN dan SBMPTN,” ujar Dr. Dudi.

Dudi SMUPBupati lagi bicaraTerkait pemilihan program studi, Dr. Soni pun menegaskan bahwa siswa sebaiknya memilih program studi yang betul-betul diminati. Bukan karena paksaan dari orang lain atau keluarga.

“Karena jika anak minat ke Prodi A, tetapi dipaksakan ke Prodi B, maka akan mempengaruhi ke kualitas dan capaian studinya,” ujar Dr. Soni.

Selain itu, pelajar juga harus cermat dalam memilih prodi. Saat memilih, ia harus memperhatikan daya tampung dan tingkat keketatan di masing-masing prodi.

Acara sosialisasi ini diikuti oleh ratusan pelajar, sejumlah guru dan Kepala Sekolah SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Indramayu. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Dr. H. M. Ali Hasan, M.Pd., Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kabupaten Indramayu, Drs. H. Kasno Hadikusumo, M.Pd., dan Kepala Sub Bagian Seleksi dan Registrasi Unpad, Ahmad Baehaqi, S.Si, MT.

Selain di Kabupaten Indramayu, kemarin kegiatan sosialisasi juga dilakukan di Kabupaten Majalengka, bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka. Hadir sebagai pembicara Direktur Pendidikan Unpad, Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr., S.p.A (K). M.Kes, Dekan Fakultas Pertanian Unpad, Dr. Ir. Sudarjat, MP, dan Dekan Fakultas Kedokteran Unpad, Dr. Yoni Fuadah Syukriani, dr., M.Si., DFM, dan tim SMUP Muchtaridi, PhD.*

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh

 

Share this: