Unpad Sosialisasikan SNMPTN dan SBMPTN di Kuningan dan Cirebon

Suasana sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN di Aula SMA 1 Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Rabu (27/01). (Foto oleh: Artanti Hendriyana)

[Unpad.ac.id, 28/01/2016] Universitas Padjadjaran kembali melakukan sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN di sejumlah wilayah Jawa Barat. Rabu (27/01) kemarin, sosialisasi dilakukan di Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Cirebon.

Suasana sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN di Aula SMA 1 Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Rabu (27/01). (Foto oleh: Artanti Hendriyana)
Suasana sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN di Aula SMA 1 Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Rabu (27/01). (Foto oleh: Artanti Hendriyana)

Sosialisasi di Kabupaten Kuningan dilakukan oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, SIP., SSi., MT., MSi (Han), Kepala Biro Administrasi Akademik
Drs. Sudarma, MM, Kepala Sub Bagian Seleksi dan Registrasi, Ahmad Baehaqi, S.Si, MT, dan tim Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP), Dr. Dudi, S.Pt., M.Si. Acara bertempat di Aula SMA 1 Jalaksana, Kabupaten Kuningan.

Dalam kesempatan tersebut, selain mengenalkan jalur masuk Unpad, tim sosialisasi Unpad tidak lupa mengenalkan program studi baru, yakni Program Studi Kedokteran Hewan. “Kedokteran Hewan mulai dibuka tahun ini, dengan kuota 25 untuk SNMPTN (mahasiswa) dan 25 untuk SBMPTN,” ungkap Ahmad Baehaqi.

Sementara itu, Dudi pun mengingatkan kepada para peserta sosialisasi mengenai pentingnya mengisi PDSS dengan baik, sebagai salah satu syarat pendaftaran SNMPTN. Dudi mengungkapkan, pengisian dan verifikasi PDSS dapat dilakukan hingga 20 Februari 2016 mendatang.

“Pantau siapa yang mengisi PDSS di sekolah kalian. Ingat, mengisi PDSS yang benar, dan jangan lewat jadwal,” ujar Dudi.

Selain mengisi dan melakukan verifikasi PDSS tepat waktu, kecurangan pun jangan sampai terjadi. Untuk sekolah yang curang, maka tidak akan diikutsertakan pada pelaksanaan SNMPTN tahun mendatang.

“Jika ada kecurangan, bukan akan dihukum oleh Unpad. Tapi alokasinya akan dialihkan ke sekolah yang lain,” ujar Dudi.

Acara tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan, Drs. A. Taufik Rohman, M.Si, M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, Taufik mengungkapkan harapannya, bahwa Program Unpad Nyaah ka Jabar yang diusung Unpad akan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia, terutama terkait pendidikan. Saat ini, program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun saja belum 100% terpenuhi di Kabupaten Kuningan.

“Semoga saja, (pelajar) SMA di Kabupaten Kuningan bisa masuk lebih banyak ke Universitas Padjadjaran, karena Unpad salah satu universitas terhebat di Indonesia,” ujarya.

Di Kabupaten Cirebon, sosialisasi dilakukan di SMK 1 Mundu. Sosialisasi dilakukan oleh Direktur Tata Kelola dan Komunikasi Publik Unpad, Dr. Soni Akhmad Nulhaqim, S.Sos., M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom), Dr. Dadang Rahmat Hidayat, SH., S.Sos., Msi, dan tim SMUP, Muchtaridi, PhD.*

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh

Share this: