Peneliti Lab Sentral Unpad Kembangkan Hand Sanitizer dengan Formula Potensial

Laporan oleh Arif Maulana

Peneliti Labortorium Sentral Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Unang Supratman, M.Si., dan dr. Ronny Lesmana, M.Kes., AIFO, PhD., membuat alternatif produk penyanitasi tangan (hand sanitizer) dengan kandungan formula potensial. Secara formulasi, hand sanitizer Unpad mengandung alkohol 70%, air, hidrogen peroksida, gliserol, minyak esensial, serta disinfektan khusus yang biasa digunakan untuk aktivitas di Lab BSL 3. (Foto: Arif Maulana)*

[unpad.ac.id, 17/3/2020] Peneliti Laboratorium Sentral Universitas Padjadjaran membuat alternatif produk penyanitasi tangan (hand sanitizer) dengan kandungan formula potensial. Kandungan ini menjadikan hand sanitizer Unpad lebih ampuh membunuh virus, jamur, dan bakteri.

Produk hand sanitizer ini dikembangkan oleh Prof. Dr. Unang Supratman, M.Si., dan dr. Ronny Lesmana, M.Kes., AIFO, PhD. Secara formulasi, hand sanitizer Unpad mengandung alkohol 70%, air, hidrogen peroksida, gliserol, minyak esensial, serta disinfektan khusus yang biasa digunakan untuk aktivitas di Lab BSL 3.

“Disinfektan ini aman untuk dipakai sebagai sanitizer, sehingga kami formulasikan di produk hand sanitizer ini,” ujar Ronny.

Ronny menjelaskan, ide awal pengembangan produk ini bermula ketika mulai menipisnya stok hand sanitizer di pasaran akibat tingginya permintaan, menyusul merebaknya wabah Coronavirus (Covid-19) di Indonesia. Selain itu, Unpad juga membutuhkan stok hand sanitizer untuk disediakan dan digunakan di beberapa lokasi kampus.

Untuk memenuhi kebutuhan internal, Lab Sentral kemudian mengembangkan produk hand sanitizer. Gayung bersambut, pengembangan produk ini juga mendapat dukungan dari sektor industri. Salah satu mitra, PT. Mondave International, bersedia menyuplai bahan baku khusus, berupa disinfektan terstandar untuk Lab BSL 3. Disinfektan ini diimpor secara resmi dari benua Eropa.

Berdasarkan kajian, formula disinfektan tersebut ampuh membunuh virus Herpes Simplex, Poliovirus Type 2, hingga Bacteriophage T2 dan Herpes Simplex Type 1. “Logikanya kalau virus jenis lain dia mati, virus yang lain (Coronavirus) kemungkinan mati juga, sehingga efektivitasnya jadi lebih tinggi, tidak sekadar hanya menggunakan alkohol dan H2O2,” kata Ronny.

Secara sederhana, apabila formulasi suatu produk disinfektan baik, kerjanya akan semakin efektif membunuh virus. Karena itu, diharapkan produk buatannya ini dapat lebih maksimal membunuh virus.

Baca juga: Lolos Pimnas 2017 di Makassar, Empat Kelompok PKM Unpad Lakukan Pemantapan

“Kita cukup bahagia apabila memakai komposisi yang sesuai anjuran, serta dibuktikan dalam perjalanannya dalam membunuh virus selama ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut Prof. Unang menjelaskan, secara keseluruhan kandungan produk hand sanitizer buatannya sesuai dengan standar BPPOM. Hanya, ia dan tim menyusun formula baru dengan menambahkan disinfektan khusus tersebut agar lebih efektif menangani virus, jamur, dan bakteri.

Kandungan minyak esensial herbal juga berfungsi ganda. Selain mengeluarkan aroma wangi, juga turut meningkatkan kemampuan hand sanitizer dalam membunuh virus. Dalam hal ini, produk minyak esensial yang digunakan berasal dari jeruk.

“Jeruk mengandung limonen yang bisa meningkatkan daya bunuh bakteri dan virus. Jadi produk kita ada kandungan herbal dan ada kandungan khususnya,” ujar Prof. Unang yang juga menjabat sebagai Kepala Lab Sentral Unpad ini.

Produk ini dijual dengan harga yang cukup murah dibanding produk lain di pasaran. Diakui Prof. Unang, produk ini sudah mendapat permintaan pasokan yang cukup tinggi di beberapa wilayah. Namun, untuk saat ini, pihaknya fokus terlebih dahulu untuk pemenuhan di lingkungan kampus.

“Produk ini dibuat bukan semata untuk Coronavirus, tetapi untuk pola hidup sehat di Unpad,” pungkas Prof. Unang.*

Share this: