Bupati Sumedang Apresiasi Kesiapan Penyelenggaraan UTBK di Unpad

Laporan oleh Arif Maulana

UTBK

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, memberikan penjelasan seputar kesiapan Unpad dalam melaksanakan UTBK kepada Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di salah satu lokasi ujian di kampus Fakultas Keperawatan Unpad, Jatinangor, Sabtu (4/7). (Foto: Dadan Triawan)*

[unpad.ac.id, 4/7/2020] Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir melakukan kunjungan ke kampus Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sabtu (4/7). Kunjungan dilakukan dalam rangka meninjau kesiapan Unpad dalam melaksanakan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) yang digelar mulai Minggu (5/7).

“Kami ingin memastikan UTBK di Unpad sudah matang protokol kesehatannya, supaya Sumedang tetap terkendali Covid-19, tidak ada lagi klaster baru,” ujar Dony.

(baca juga: Ini Tips Siapkan Mental Hadapi UTBK)

Bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sumedang, Dony diterima secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaaan Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Wakil Rektor Bidang Organisasi dan Perencanaan Prof. Yanyan Mochamad Yani, serta sejumlah direktur. Penerimaan bertempat di Ruang Rapat Rektor Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor.

Dony mengatakan, pelaksanaan UTBK di kampus Unpad diharapkan sudah memperhitungkan risiko yang akan terjadi. Tidak hanya kesiapan sarana dan pengetatan protokol kesehatan, juga kesiapan antisipasi yang dilakukan apabila ditemukan terduga Covid-19.

Karena itu, lanjut alumnus program Doktor Ilmu Akuntansi Unpad, pihaknya sudah menjalin koordinasi dengan semua pihak. Mulai dari universitas, Pemerintah Provinsi, perangkat desa, hingga sejumlah pengusaha hotel dan restoran untuk mengantisipasi masuknya peserta UTBK dari kota lain.

“Kami gerakkan semua pihak, agar semua sadar bahwa UTBK ini jangan sampai menjadi klaster baru,” tuturnya.

Ia pun mengapresiasi langkah Unpad yang mengaplikasikan sistem pencegahan dini Covid-19 untuk peserta UTBK. Melalui Aplikasi Mawas Diri (Amari) Covid-19 UTBK maupun online short course di laman mooc.live.unpad.ac.id, diharapkan menjadi sarana efektif untuk mengecek kondisi peserta maupun pengantar yang akan masuk ke kampus Unpad.

(baca juga: Ini Protokol Khusus UTBK di Kampus Unpad)

“Sekarang, orang itu harus punya diari, sehingga kalau sesuatu terjadi tinggal lihat diarinya. Mudah untuk melakukan pelacakan,” kata Dony.

Sementara itu, Prof. Arief menjelaskan mengenai kesiapan Unpad dalam melaksanakan UTBK.  Terkait antisipasi terduga Covid-19, Unpad sudah menyiapkan tenaga kesehatan yang berjaga di dalam kampus. Koordinasi juga sudah dilakukan dengan puskesmas terkait.

“Kalau ada kecurigaan Covid-19, kita segera lakukan pemeriksaan detail, baik tes swab ataupun rapid. Kalau dirasa ada mencurigakan, kami akan laporkan kepada pemerintah daerah,” ujar Prof. Arief.

Sesuai dengan protokol pemerintah pusat, apabila ditemukan ada terduga atau terdiagnosis Covid-19, maka ujian akan dihentikan, diisolasi, dan ditangani sebagai pasien Covid-19 sampai menunggu keputusan berikutnya. Peserta tersebut dapat mengikuti ujian kembali pada masa UTBK tahap kedua.

“Tetapi belum tentu dilakukan di Unpad (ujiannya),” tambahnya.

Peserta UTBK di Unpad sendiri sebagian besar berasal dari wilayah Kota Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Bandung. Bagi peserta UTBK di Unpad yang berasal dari luar Jawa Barat, ataupun kawasan yang belum aman dari Covid-19, panitia pusat sudah merelokasi ujian menjadi di wilayahnya masing-masing.*