Menteri Edhy Prabowo: Indonesia Punya Potensi Besar di Bidang Perikanan Budidaya

Laporan oleh Arif Maulana

Edhy Prabowo

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo menyapa pengunjung anjungan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad dalam acara Open House Unpad 2020 di Jatinangor, Jumat 24 Januari 2020. (Foto: Arif Maulana)*

[unpad.ac.id, 28/7/2020] Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo mendorong generasi muda untuk terjun sebagai pebisnis di sektor perikanan budidaya. Ia menjelaskan, Indonesia memiliki potensi yang besar di bidang perikanan budidaya.

“Potensi yang dimiliki negara kita sungguh sangat besar yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelaku usahanya,” ujar Edhy saat menyampaikan paparan kunci pada Seminar Daring “Hebat dan Sukses Berbisnis Perikanan”, Selasa (28/7).

(baca juga: Teliti Strategi Komunikasi Politik, Edhy Prabowo Raih Doktor dengan Yudisium Cumlaude)

Seminar daring ini digelar sebagai bagian dari peringatan Dies Natalis ke-15 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran.

Edhy Prabowo mengatakan, Indonesia memiliki beragam komoditas unggulan di setiap sektor perikanan budaya. Mulai dari budidaya air tawar, air payau, hingga laut. Selain mendukung kebutuhan nutrisi ikan dalam negeri, komoditas ini juga memiliki potensi untuk diekspor.

“Sebagai contoh ikan lele dan patin yang telah mampu menembus pasar ekspor di Uni Eropa, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab. Di sektor budidaya air payau, kita punya komoditas udang vaname merupakan salah satu penyumbang devisa negara,” papar Edhy.

(baca juga: Industri Pengolahan Hasil Perikanan Dapat Percepat Tercapainya Tujuan Pembangunan)

Alumnus Program Doktor Ilmu Komunikasi Unpad ini menjelaskan, semua komoditas perikanan Indonesia memiliki pangsa pasar yang terbuka, baik dalam negeri maupun mancanegara. Didukung teknologi mutakhir, Edhy meyakini bisnis perikanan budidaya memiliki prospek cerah di masa depan.

Selain memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, pengembangan usaha perikanan budidaya yang masif juga akan membuka banyak peluang kerja. Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan angka penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

(baca juga: Wirausaha Berbasis Perikanan Masih Sangat Potensial)

Kementerian Kelautan dan Perikanan RI sendiri menyiapkan dana sebesar Rp 900 miliar untuk bantuan modal usaha melalui BLU LPUMUKP. Dana ini bisa dimanfaatkan bagi mahasiswa maupun generasi muda lainnya yang ingin membuka usaha budidaya tetapi terkendala modal.

“Kami siapkan akses modal dengan bunga hanya 3%. Tidak perlu izin bertele-tele. Langsung saja datang ke KKP, cari staf budidaya atau kesekjenan, atau langsung temui Menteri KKP,” kata Edhy Prabowo.

Seminar ini menghadirkan sejumlah pembicara, antara lain: Dr. Dwi Purnomo (akademisi Unpad dan inisiator The Local Enabler), Dr. Rita Rostika (Kaprodi Perikanan PSDKU Unpad Pangandaran), Prof. Dr. Esti Handayani (Dosen FPIK Universita Mulawarman), Tigor Chandrama (Dirut PT. Bomar), serta Syarif Syahrial (Direktur LPMUKP). Acara dimoderatori Dosen FPIK Unpad Fittrie M. Pratiwy, PhD.*