Teknologi padi rakit apung pada wahana eco garden hasil penelitian Guru Besar Fakultas Pertanian Unpad Prof. Dr. Tualar Simarmata, Ir., M.S., ditampilkan di ajang pameran Indonesia Science Day 2018 di Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK), Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, 20 – 22 April lalu.*

Laporan oleh Artanti Hendriyana

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Prof. Tualar Simarmata (kotak kanan paling atas) sedang menjelaskan mengenai inovasi teknologi pertanian IPAT-BO ciptaannya dalam Webinar  “Diseminasi Teknologi IPAT-BO untuk Meningkatkan Produktivitas Padi dan Mewujudkan Kemandirian Pangan” yang digelar secara daring, Sabtu (1/8).*

[unpad.ac.id, 2/8/2020] Untuk mewujudkan kemandirian pangan Indonesia, diperlukan adanya lompatan inovasi dan teknologi. Selain itu, terobosan pemikiran dari bekerja keras menjadi bekerja cerdas diperlukan agar sektor pertanian Indonesia bisa lebih maju.

“Ini andalan kita kalau Indonesia mau bersaing dan mampu mendominasi di kawasan Asia atau mendunia,” ujar Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Prof. Tualar Simarmata.

Prof. Tualar menyampaikan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam Webinar  “Diseminasi Teknologi IPAT-BO untuk Meningkatkan Produktivitas Padi dan Mewujudkan Kemandirian Pangan” yang digelar secara daring, Sabtu (1/8). Acara digelar oleh mahasiswa KKN PPM Virtual Unpad 2020 di Desa Jelekong. Webinar ini diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh Indonesia.

(baca juga: Pandemi Covid-19, Indonesia Harus Siap Wujudkan Ketahanan dan Kemandirian Pangan)

Adanya potensi alam luar biasa, ditambah sumber daya manusia yang dimiliki, seharusnya Indonesia menjadi lumbung pangan dunia. Apalagi potensi ini didukung generasi muda Indonesia  yang intelek dan mahir dengan teknologi.

Prof. Tualar pun mendong generasi muda untuk meningkatkan perannya dalam memajukan bidang pertanian. Saat ini menjadi petani identik dengan penderitaan. Padahal, generasi muda dapat meningkatkan peran melalui perkembangan teknologi digital.

Saat ini sudah bekembang berbagai inovasi untuk memudahkan produksi pertanian. Perlu keterlibatan generasi muda untuk mengaplikasikan dan mengembangkan inovasi tersebut untuk pertanian Indonesia yang lebih baik lagi.

“Harapannya dengan adanya transformasi teknologi, kaum-kaum muda Indonesia masuk ke bidang pertanian pasti Indonesia akan maju,” ujar Prof. Tualar.

(baca juga: Prof. Dr. Tualar Simarmata Terpilih Sebagai 10 Inovator Terbaik Indonesia)

Perguruan tinggi pun harus memberikan solusi. Lulusan perguruan tinggi semestinya menjadi problem solver, bukan pabrik masalah. Mereka harus mampu menjadi job creator dan agropreneur, diantaranya dengan memiliki pola pikir digital.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Tualar mengungkapkan bahwa salah satu permasalahan pertanian di Indonesia adalah mengenai kesuburan dan kesehatan lahan yang sudah menurun.  Saat ini pertanian banyak bertumpu mengandalkan lahan-lahan yang sakit. Jika sumber daya lahan dapat dikelola dengan baik, dapat digunakan untuk meningkatkan produksi pangan.

“Kita sekarang perlu secara tepat melakukan tindakan bagaimana program pemulihan kesehatan lahan dan meningkatkan produktivitas,” ujar Prof. Tualar yang juga inovator IPAT-BO.

Teknologi IPAT-BO

Pada webinar tersebut, Prof. Tualar dan sejumlah mahasiswa memperkenalkan teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali berbasis Organik (IPAT-BO), yaitu teknologi hemat air dan input (benih, pupuk organik, dan pestisida). Teknologi ini mampu meningkatkan  hasil produksi padi yang baik dari 25-300%.

(baca juga: Teknologi IPAT-BO Prof. Tualar Simarmata Jadi Produk Inovasi Unggulan Indonesia di Ajang Hakteknas)

IPAT-BO merupakan sistem produksi holistik berbasis teknologi dan manajemen pemukupan terpadu untuk memulihkan kesehatan dan kesuburan tanah serta meningkatkan produksi padi.

“Dengan inovasi yang sederhana, kita bisa meningkatkan pertumbuhan yang luar biasa,” ujar Prof. Tualar.

Acara tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Unpad Prof. Dr. Ir. Hendarmawan, M.Sc. Acara juga menghadirkan pembicara Direktur Pusat Peragaan IPTEK Kemenristek RI M. Syachrial Annas serta sejumlah panelis dari mahasiswa KKN PPM Unpad 2020 Desa Jelekong.(arm)*

Share this: