Unpad Satu-satunya Perguruan Tinggi yang Lakukan Uji Klinis Vaksin di Indonesia

Laporan oleh Arif Maulana

uji klinis vaksin

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, dr., Sp.A(K), M.M., saat diwawancarai sejumlah wartawan dalam jumpa pers tentang pelaksanaan uji klinis fase III vaksin Covid-19, Kamis, 11 Agustus 2020. (Foto: Arif Maulana)*

[unpad.ac.id, 12/9/2020] Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, dr., Sp.A(K), M.M., menngungkapkan, sejak 2002 hingga sekarang, Unpad merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang melakukan uji klinis vaksin. Hampir semua vaksin yang beredar di Indonesia, uji klinisnya dilakukan oleh Unpad.

“Mulai 2002 sampai sekarang, vaksin yang dilakukan di Indonesia, uji klinisnya di Unpad,” tegasnya saat menyampaikan orasi ilmiah pada Upacara Peringatan Dies Natalis ke-63 Universitas Padjadjaran, Jumat (11/9).

Sekira 30 jenis vaksin berhasil dilakukan uji klinis oleh Prof. Kusnandi Rusmil dan tim dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Unpad. Tentunya, proses uji klinis vaksin ini mengikuti alur perencanaan dan produksi vaksin yang sudah ditetapkan di Indonesia.

(baca juga: Bio Farma Tunjuk Unpad Lakukan Riset Uji Vaksin Covid-19 di Indonesia)

Prof. Kusnandi menjelaskan, langkah awal adalah melakukan perencaan penggunaan vaksin oleh Kementerian Kesehatan. Selanjutnya, Bio Farma bertugas memproduksi contoh vaksin.

Begitu contoh tersedia, Bio Farma langsung mengontak FK Unpad dan Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk melakukan uji klinis vaksin. Uji klinis kemudian dilakukan oleh Prof. Kusnandi Rusmil dan tim.

“Selesai uji klinis, saya akan bilang ke Bio Farma kalau saya sudah selesai lakukan uji klinis vaksin. Silakan lihat hasilnya di Clinicaltrials.gov, ada semuanya di situ,” ujar Prof. Kusnandi Rusmil.

(baca juga: Pengembangan Obat dan Vaksin Covid-19 Harus Menempuh Uji Klinis yang Ketat)

Karena itu, akademisi berperan penting dalam pengembangan vaksin Covid-19. Selain melakukan uji klinis vaksin, akademisi juga berperan menyumbangkan ide dan mengedukasi masyarakat tentang vaksin Covid-19.

“Akademisi melakukan edukasi kepada masyarakat yang masih berpikiran negatif terhadap keberadaan vaksin,” ujarnya.*