Guru Besar Unpad Ungkap Sisi Lain Lubang Hitam

Laporan oleh Arif Maulana

lubang hitam

Guru Besar FMIPA Unpad Prof. Dr.rer.nat. Yudi Rosandi, M.Si. (Foto: Arif Maulana)*

[unpad.ac.id, 18/10/2020] Lubang hitam merupakan tempat di galaksi dengan gravitasi yang sangat kuat. Kendati mampu menyerap materi dan cahaya di luar angkasa, lubang hitam ternyata berperan penting dalam proses penciptaan galaksi.

Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Univesitas Padjadjaran Prof. Dr.rer.nat. Yudi Rosandi, M.Si., menjelaskan, lubang hitam berada di inti suatu galaksi. Hal ini yang menyebabkan suatu galaksi di tata surya bisa terbentuk.

“Selain ada bahayanya, lubang hitam sangat penting terhadap keberadaan kita,” ungkap Prof. Yudi saat menjadi pembicara dalam acara “Satu Jam Berbincang Ilmu: Misteri Lubang Hitam” yang digelar Dewan Profesor Unpad, Sabtu (17/10).

Baca juga:  Murah dan Efektif, NanoMag PrintG Unpad Solusi Magnetik Beads untuk Uji PCR Covid-19

Prof. Yudi menjelaskan, gravitasi dari lubang hitam akan menarik lengan-lengan galaksi sehingga galaksi akan berjalan dengan semestinya. Gravitasi ini pula yang menahan bintang dan materi di tata surya berada pada posisi seharusnya.

Jika lubang hitam tidak ada, maka gravitasi juga tidak ada. Hal ini akan menyebabkan bintang hingga suatu galaksi pun tidak akan terbentuk.

“Kalau teori gravitasinya tidak ada, berarti kita tidak punya alasan juga bagaimana suatu bintang bisa terbentuk dan kita juga tidak akan tahu bagaimana bintang-bintang itu akan tetap berada di galaksi yang sama,” kata Prof. Yudi.

Guru Besar bidang fisika komputasi ini mengungkapkan, ada tiga skenario terbentuknya lubang hitam. Pertama adalah terbentuk secara primordial. Artinya, lubang hitam sudah terbentuk sejak awal pembentukan galaksi.

Baca juga:  Unpad-Pemkab Bandung Akan Kembangkan Kawasan Taman Teknologi Pertanian di Kampus Arjasari

Skenario kedua adalah karena runtuhan gravitasi ketika sebuah bintang kehabisan bahan bakarnya. Akibat kehabisan bahan bakar tersebut, bintang akan meledak dan membentuk lubang hitam.

Sementara skenario ketiga terjadi akibat adanya penggabungan atau aglomerasi. Baik penggabungan antar bintang neutron ataupun penggabungan antar lubang hitam yang memiliki ukuran kecil.*