Kenal Lebih Dekat: Pusat Unggulan Iptek Inovasi Pelayanan Kefarmasian Unpad

Laporan oleh Arif Maulana

pusat unggulan iptek
Aktivitas diskusi di ruang Growth Hub Pusat Unggulan Iptek Inovasi Pelayanan Kefarmasian Unpad di Lab Biokimia Fakultas Farmasi Unpad, Jatinangor. (Foto: Dadan Triawan)*

[unpad.ac.id, 12/11/2020] Dalam mendukung aktivitas penelitian di bidang kefarmasian, Universitas Padjadjaran melalui Fakultas Farmasi memiliki Pusat Inovasi Pelayanan Kefarmasian (IPK). Pusat ini berhasil mendapatkan hibah sebagai Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi Kementerian Riset dan Teknologi RI.

Ketua Pusat Unggulan Iptek IPK Unpad Irma Melyani Puspitasari, PhD, mengatakan, secara umum PUI IPK Unpad merupakan pusat studi yang berfokus pada pelayanan kefarmasian. Tujuan akhirnya adalah bagaimana pelayanan kefarmasian bisa berinovasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ditemui Kantor Komunikasi Publik Unpad, Irma menjelaskan, ada empat bidang utama dari aktivitas Pusat Unggulan Iptek IPK Unpad, yaitu bidang farmasi klinik dan pengembangan nutraceuticals, farmakoekonomi, farmakoepidemiologi, serta farmakogenetik.

“Kita membutuhkan wadah untuk menaungi bidang tersebut untuk berkembang lebih jauh, sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ujar Irma.

Sejak 2019, Pusat IPK berhasil ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek PT setelah mendapatkan hibah dari Kemenristekdikti. Penetapan sebagai Pusat Unggulan Iptek akan membuka kesempatan bagi Pusat IPK Unpad untuk mendiseminasikan berbagai hasil penelitiannya lebih luas.

“Ini akan membantu proses penelitian agar lebih branding,” tambahnya.

Tidak sekadar penetapan, tentunya ada target yang harus dicapai oleh Pusat Unggulan Iptek IPK Unpad. Berbagai target tersebut meliputi menghasilkan publikasi terindeks Scopus, keikutsertaan sebagai pembicara dan pemakalah pada seminar internasional, menjalin kerja sama dan kontrak bisnis, hingga pendampingan unit bisnis.

[irp]

Target ini, lanjut Irma, terus dikejar oleh Pusat Unggulan Iptek IPK Unpad. Untuk target publikasi, pusat ini berhasil menghasilkan 27 publikasi riset yang terindeks Scopus. Jumlah ini melampaui target yang ditetapkan, yaitu sebanyak 20 publikasi per tahun.

Pusat Unggulan Iptek IPK juga telah mengembangkan sejumlah inovasi riset, antara lain inovasi teh celup “Tehdia”, inovasi produk pakan untuk hewan percobaan, serta aplikasi berbasis Android untuk mengukur tingkat kesehatan jiwa.

Tiga inovasi ini juga sudah bisa diaplikasikan. Bahkan, produk inovasi “Tehdia” sudah dipasarkan melalui kerja sama dengan pihak industri.

Keunggulan lainnya adalah Pusat Unggulan Iptek IPK Unpad juga melakukan pendampingan terhadap aktivitas unit usaha di Apotek Pendidikan Unpad. Saat ini, hanya Unpad satu-satunya perguruan tinggi yang memiliki apotek pendidikan, sehingga hal ini menjadi nilai tambah.

Irma melanjutkan, selain hibah pusat unggulan, Pusat Unggulan Iptek IPK Unpad juga berhasil meraih hibah Growing Indonesia: a Triangle Approach (GITA) Project dari lembaga Erasmus+.

[irp]

Ketua Pusat Unggulan Iptek Inovasi PelayananKefarmasian Unpad Irma Melyani Puspitasari, PhD. (Foto: Dadan Triawan)*

Proyek ini berupa konsorsium yang terdiri dari 4 perguruan tinggi di Eropa, antara lain University of Gloucestershire, Dublin Institute of Technology di Irlandia, Fachhochschule des Mittelstandes di Jerman dan University of Innsbruck di Austria.

Di Indonesia, konsorsium ini beranggotakan 7 perguruan tinggi di Indonesia, yaitu Unpad, Universitas Islam Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan, President University, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Brawijaya, dan STIE Malangkucecwara.

“Proyek ini berupa program capacity building di bidang kurikulum kewirausahaan. Kita satu-satunya bidang farmasi yang ikut proyek tersebut,” kata Irma.

Melalui konsorsium ini Unpad mendapat sejumlah fasilitas pendukung aktivitas di Pusat Unggulan Iptek IPK. Selain itu, konsorsium ini juga banyak menggelar beragam pelatihan dengan sasaran peningkatan kompetensi mahasiswa.

[irp]

Capaian publikasi yang baik hingga berbagai kualitas kinerja lainnya mendorong Pusat Unggulan Iptek IPK Unpad meraih penghargaan pada ajang Inovasi Indonesia Expo 2020 yang digelar Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional atau Kemenristek/BRIN secara virtual, Selasa (10/11).

Pusat Unggulan ini meraih peringkat III kategori Lembaga Litbangjirap Inovatif di lingkungan perguruan tinggi.

Anugerah Litbangjirap sendiri merupakan anugerah yang diberikan Kemenristek RI untuk menstimulasi iklim kondusif penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan serta penguatan inovasi nasional, hingga pada akhirnya dapat berkontribusi pada penciptaan daya saing dan kemandirian bangsa Indonesia.

“Penghargaan ini terus memotivasi Pusat Unggulan Iptek IPK Unpad untuk berkarya dan bermanfaat,” kata Irma.*

Share this: