Mahasiswa FIB Unpad Rancang Blog untuk Promosikan Permainan Tradisional

Laporan oleh Arif Maulana

permainan tradisional

Kiri ke kanan: Iqna Zahra Aulia, Siti Sopiah, dan Fuji Fitri Anjani, tiga mahasiswa Program Studi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran mengembangkan blog untuk mempromosikan kembali permainan tradisional kepada masyarakat, terutama pelajar sekolah dasar.*

[unpad.ac.id, 18/11/2020] Tiga mahasiswa Program Studi Sastra Arab Universitas Padjadjaran berupaya mempromosikan kembali permainan tradisional kepada masyarakat, terutama pelajar sekolah dasar. Tujuannya agar anak-anak zaman sekarang bisa mengenal sekaligus merasakan serunya bermain permainan tradisional.

Ketiga mahasiswa tersebut yaitu Fuji Fitri Anjani, Siti Sopiah, dan Iqna Zahra Aulia. Ketiganya mengembangkan blog  yang khusus untuk mempromosikan permainan tradisional. Promosi lewat internet dinilai lebih efektif, mengingat saat ini banyak anak kecil yang terbiasa menggunakan ponsel.

Fuji menjelaskan, hasil wawancara awal yang dilakukannya bersama tim kepada sejumlah siswa di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Ciamis menunjukkan, hanya 30% dari total responden yang mengetahui tentang permainan tradisional di Jawa Barat.

“Hal ini disebabkan pada banyak anak-anak zaman sekarang yang sudah tidak tahu tentang permainan tradisional,” kata Fuji saat diwawancarai Kantor Komunikasi Publik Unpad.

Baca juga:  Unpad-Kemenkominfo RI Gelar Program Pelatihan FGA Digital Talent Scholarship

Blog bernama kaulinan1234 ini masih dalam tahap pengembangan. Rencananya menyajikan tiga konten utama. Pertama, tim akan menampilkan beragam video mengenai permainan tradisional. Pengunjung dapat melihat dokumentasi dari cara bermain permainan tradisional.

“Video ini diharapkan akan menggugah semangat mereka untuk mencoba permainan tersebut,” terangnya.

Konten kedua adalah mikroblog. Mikroblog ini berisi tulisan yang menampilkan deskripsi singkat dari beragam permainan tradisional. Saat ini, Fuji dan tim baru terfokus mengumpulkan data-data mengenai permainan tradisional di Jawa Barat, seperti luncat tali (lompat tali), beklen (bola bekel), sondah (engklek), hingga ucing-ucingan (petak umpet).

Pada konten mikroblog juga, Fuji dan tim menyajikan rubrik “Ruang Pena”. Rubrik ini merupakan wadah untuk menampung kreasi tulisan dari para anak usia sekolah dasar. Tulisan dikirim ke pengelola situs, lalu kemudian ditayangkan di rubrik ini.

Konten terakhir adalah siniar (podcast). Melalui siniar, Fuji dan tim mengalihwahanakan beragam karya sastra anak, seperti dongeng dan cerita anak ke dalam format audio. Format siniar dipilih karena merepresentasikan suasana aktivitas mendongeng.

“Zaman dahulu kita sebelum tidur suka dibacakan dongeng atau cerita, sekarang sudah mulai jarang. Makanya kita manfaatkan siniar agar seperti kita mendengar dongeng yang dibacakan,” kata Fuji.

Baca juga:  Unpad Selenggarakan Pelatihan dan Pendampingan Tata Kelola Arsip di Kecamatan Jatinangor

Fuji yang pernah merasakan asiknya bermain permainan tradisional ini sangat berharap agar aktivitas ini kembali hidup. Ia menilai, permainan tradisional sangat bermanfaat dalam membentuk karakter diri.

“Permainan tradisonal rata-rata dimainkan secara berkelompok, maka akan membentuk sikap kita menghadapi keadaan sosial, membentuk cara kita bekerja sama, mendengarkan pendapat orang lain, dan adil terhadap sesama anggota kelompok. Sikap-sikap seperti ini membentuk kepribadian saya hingga sekarang,” papar Fuji.

Jika dibandingkan dengan sekarang, anak-anak cenderung individualis karena lebih banyak berinteraksi dengan ponsel. Karena itu, Fuji dan tim berupaya untuk menggugah semangat anak-anak zaman sekarang untuk mencoba memainkan berbagai jenis permainan tradisional.

“Menurut saya lebih enak bermain permainan tradisional, karena lebih terasa pertemanannya,” kata Fuji.

Gagasan Fuji dan tim berhasil meraih juara pertama pada Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat nasional yang digelar Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan, 11 – 15 November lalu. Penyusunan karya ilmiah bertema “Rancang Bangun Situs Permainan Tradisional Sebagai Media Belajar dan Interaksi Anak Usia Sekolah Dasar pada Era Revolusi Industri 4.0” ini dibantu oleh Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unpad Taufik Ampera, M.Hum.*