Mahasiswa Unpad Raih Sejumlah Prestasi di Ajang Indonesia Inventors Day 2020

Laporan oleh Artanti Hendriyana

indonesia invemtors day
Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Unpad meraih Gold Medal pada Gold Medal pada World Invention and Technology Expo (Wintex) di Indonesia Inventors Day 2020 yang digelar Indonesia Innovation and Invention Promotion Association (Innopa) secara daring pada 27-29 November 2020 lalu. Selain tim FK, mahasiswa FIB Unpad juga berhasil meraih prestasi di ajang tersebut.*

[unpad.ac.id, 9/12/2020] Sejumlah mahasiswa Universitas Padjadjaran mendapatkan Gold Medal pada World Invention and Technology Expo (Wintex) di Indonesia Inventors Day 2020 yang digelar Indonesia Innovation and Invention Promotion Association (Innopa) secara daring pada 27-29 November 2020 lalu.

Acara Indonesia Inventors Day 2020 ini diikuti oleh sejumlah peserta dari berbagai negara di benua Asia, Eropa, dan Amerika.

Tim yang terdiri dari lima mahasiswa program Sarjana dan Profesi Fakultas Kedokteran, yaitu Annisa Dewi Nugrahani, S.Ked, Putri Nadhira Adinda Adriansyah, S.Ked, Manik Intan Gumilang, S.Ked, Ivan Christian Channel, dan Arnold meraih dua Gold Medal pada ajang tersebut, yaitu pada kompetisi Paper dan Business Plan. Selain itu, mereka juga meraih  Best Commercialization Award pada kompetisi Business Plan.

Satu Gold Medal diraih mereka untuk paper mereka berjudul Free Antimicrobal Resistance (AMR) “FAIRMONT” Software Application: A Capstone in Fighting Against AMR with Digital Technology”.

Gagasan tersebut diangkat atas keprihatinan mereka mengenai banyaknya penggunaan antibiotik yang tidak semestinya. Menggunakan antibiotik dengan tidak bijak dapat mengakibatkan resistensi antibiotik.

“Kalau manusia sampai tidak mempan sama antibiotik, dia sulit sembuh dari penyakit yang disebabkan bakteri,” ujar Annisa saat dihubungi Kantor Komunikasi Publik (KKP) Unpad.

Menurut Annisa dan tim, hal ini bukan hanya menjadi masalah krusial di sektor kesehatan, tetapi juga di berbagai sektor lain. Untuk itu, tim menggagas aplikasi digital untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menggunakan antibiotik secara bijak.

Aplikasi tersebut di antaranya mencakup  e-book, game, social project, webinar, diskusi panel, dan ruang konsultasi daring dengan dokter mengenai antibiotik. Penyusunan aplikasi ini pun melibatkan para ahli di bidang kesehatan.

“Saat ini memang masih dalam progres. Namun, kami sudah mengembangkan inovasinya,” ungkapnya.

Sementara pada kategori Business Plan, gagasan mereka berjudul “Ettawa.Co: Enterprise Best Goats-Milk Based Products In The Town” berhasil meraih prestasi sekaligus meraih Best Commercialization Award.

Annisa mengungkapkan, susu kambing ettawa  mengandung banyak bakteri baik yang baik bagi pencernaan. Hal ini juga dapat mendukung terjaganya imunitas.

“Kami ingin menjualnya disesuaikan dengan generasi saat ini. Jadi kami menjualnya dalam bentuk susu, kopi susu, frozen yoghurt,” ungkap Annisa.

Annisa dan tim pun mengaku bangga dapat membawa nama harum Unpad di ajang internasional tersebut. Diharapkan, inovasi yang mereka rancang tersebut dapat terealisasi dengan baik.

Selain Annisa dan tim, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unpad Bagas Maulana Achmad bersama tim juga meraih Gold Medal di ajang Indonesia Inventors Day 2020 untuk paper dengan judul “Oneriver: Integrated-Collaborative Water Resource Platform in ASEAN region as a Solution in Reducing Watershed Pollution to Achieve SDG 2030”.

“Oneriver ini merupakan salah satu aplikasi yang nanti bisa mendata kadar polutan yang ada di sungai-sungai, terutama sungai di ASEAN,” ungkap Bagas.

Dikatakan Bagas, banyak yang tidak mengetahui bahwa banyak sungai di ASEAN yang kotor. Upaya untuk memperbaikinya pun sangat minim.

Untuk itu, selain mengetahui dan mendata kadar polutan di sungai, aplikasi tersebut juga memiliki beberapa fitur seperti informasi pengelolaan sampah, penggalangan dana, dan sebagainya.

“Harapannya ini bisa terealisasi dan bermanfaat,” harap Bagas.

Aplikasi tersebut dirancang Bagas bersama timnya dari berbagai universitas yaitu Ahmad Lutfi Karim dari Universitas Gadjah Mada,  Nisrina Bahiyah Kesuma dari Institut Teknologi Bandung, serta Aufa Miladya Izzah, Belinda Azzahra, dan Sheila Firda dari Universitas Indonesia.(arm)*

Share this: