Unpad Akan Produksi Sepeda Listrik Tenaga Surya “Easy Bike” untuk Mobilitas di Kampus

Laporan oleh Arif Maulana

easy bike
Direktur Inovasi dan Korporasi Universitas Padjadjaran Diana Sari, PhD, didampingi Sekretaris Direktorat Inovasi dan Korporasi Unpad Aji Sasongko menerima bantuan pengadaan sepeda listrik dari Bank BRI Syariah yang diserahkan Pemimpin Cabang BRI Syariah Bandung Meizar Ichsan di ruang Executive Lounge Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Senin (6/12).*

[unpad.ac.id, 11/12/2020] Inovasi sepeda listrik bertenaga surya “Easy Bike” yang dikembangkan tiga mahasiswa dan dosen Universitas Padjadjaran mendapat respons positif dari banyak pihak. Rencananya, Unpad akan mengembangkan Easy Bike sebagai salah satu alat transportasi dalam kampus.

Direktur Inovasi dan Korporasi Unpad Diana Sari, PhD, mengatakan, Easy Bike akan menarik minat warga Unpad, khususnya mahasiswa, untuk menggunakannya selama berada di area kampus Jatinangor. Dengan demikian, upaya untuk mengurangi jumlah kendaraan bermotor di dalam kampus akan bisa diwujudkan.

“Setelah teman-teman di Student Energy Unpad ada sepeda listrik tenaga surya, kita pikir bagus juga kalau seumpamanya punya di kampus Unpad,” ujar Diana saat diwawancarai Kantor Komunikasi Publik Unpad, Jumat (11/12).

Inisiasi untuk mengembangkan sepeda listrik bertenaga surya ini mendapat dukungan dari sejumlah mitra. Salah satunya adalah Bank BRI Syariah yang menyumbangkan dana sekira Rp 50 Juta kepada Unpad.

Diana menjelaskan, dana ini akan digunakan untuk pengadaan Easy Bike berikut pembangunan stasiun pengisian daya atau charging station. “Sepeda yang kita buat akan lebih canggih dari yang tahap pertama, yaitu baterainya lebih canggih serta ada RFID dan GPS-nya,” tuturnya.

Pihaknya sendiri menargetkan memproduksi 30 Easy Bike berikut beberapa charging station-nya. Nantinya, sepeda ini bisa dimanfaatkan bagi sivitas akademika untuk mobilitas di dalam kampus.

Rencananya, pengelolaan Easy Bike akan bekerja sama dengan pihak ketiga. Diana mengatakan, mitra ini akan mengatur sistem peminjaman sepedanya, sehingga diharapkan akan terhindar dari pengguna yang tidak bertanggung jawab.

Lebih lanjut Diana menjelaskan, “Easy Bike” sangat potensial untuk dikembangkan. Menurutnya “Easy Bike” potensial menjadi alternatif untuk mengusung gaya hidup sehat dan hijau.

Jika digunakan di Unpad, hal ini akan mendukung implementasi Pola Ilmiah Pokok Unpad “Bina Mulia Hukum dan Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Nasional” dan penerapan kampus hijau.

Ke depan, jika respons selanjutnya semakin baik, ada kemungkinan “Easy Bike” dijual untuk umum. “Kita masih melihat economic of scale-nya,” kata Diana.*

Share this: