Mahasiswa KKN-PPM Virtual Unpad Didorong Hasilkan Inovasi di Masyarakat

Laporan oleh Arif Maulana

Suasana diskusi dalam acara pelepasan KKN-PPM Virtual Integratif 2021 yang digelar Universitas Padjadjaran, Senin (11/1).*

[unpad.ac.id, 11/1/2021] Kuliah Kerja Nyata atau KKN bukan sekadar program mahasiswa turun langsung untuk mempelajari apa yang ada di masyarakat. Lebih dari itu, KKN dituntut untuk menghasilkan inovasi yang bisa menjadi solusi terhadap berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat. Terlebih di tengah situasi pandemi Covid-19.

Menurut Direktur Operasi Biofarma M. Rahman Roestan, pandemi Covid-19 merupakan momentum yang baik untuk menghasilkan inovasi pada berbagai bidang. Inovasi ini bisa tercapai apabila mahasiswa dan dosen bisa berkolaborasi melaui program KKN.

“Inovasi itu dihasilkan saat pandemi, bukan setelah pandemi,” ungkap Rahman dalam acara pelepasan KKN-PPM Virtual Integratif 2021 yang digelar Universitas Padjadjaran, Senin (11/1).

Karena itu, Rahman mengajak peserta KKN-PPM Virtual Unpad untuk menemukan apa yang masyarakat butuhkan pada berbagai bidang. Program ini menjadi kesempatan untuk memahami apa yang dibutuhkan masyarakat sehingga tercipta inovasi dan solusi yang bisa dirasakan.

Baca juga:  University of Shizuoka Jepang Kunjungi Unpad Jalin Sejumlah Kerja Sama

Jika sudah menghasilkan inovasi, Rahman optimistis mahasiswa bisa menjadi sosok yang sukses. “Sukses bukan hanya terlihat, sukses adalah sesuatu yang bermanfaat dan terasa oleh umat,” kata alumnus Unpad tersebut.

Selain menghasilkan inovasi, program KKN juga menjadi sarana efektif untuk menyosialisasikan beragam agenda penting kepada masyarakat. Salah satunya adalah agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Direktur SDGs Center Unpad Prof. Dr. Zuzy Anna, M.Si., menjelaskan, program KKN-PPM Virtual Unpad sangat bermanfaat untuk melokalkan SDGs ke masyarakat. Ini penting dilakukan mengingat pemahaman umum tentang SDGs di masyarakat dan daerah di Indonesia masih rendah.

Padahal, Indonesia merupakan negara strategis untuk pencapaian 16 target SDGs pada 2030. Namun, diakui Prof. Zuzy, implementasi target-target SDGs di Indonesia masih terbilang lamban.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad ini juga menilai, program KKN-PPM Virtual Integratif Unpad ini merupakan sarana untuk menyiapkan mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.

“KKN ini bisa menjadi latihan bagi mahasiswa untuk menjadi aktor dari SDGs. Tentu mahasiswa juga sudah dibekali dengan beragam pengetahuan yang bisa dimanfaatkan untuk men-support SDGs,” kata Prof. Zuzy.

Baca juga:  Dies Natalis ke-63 Unpad, Semangat Bernyala dalam Gulita Pandemi

Dorong Keberlangsungan Usaha

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat Kusmana Hartadji mengharapkan peserta KKN-PPM Virtual Unpad berkontribusi mempertahankan UMKM di Jawa Barat dari dampak pandemi Covid-19.

Ia mengatakan, pandemi berdampak pada keberlangsungan UMKM. Hanya sekira 20% UMKM di Jabar yang bertahan dari pandemi.

Guna mengubah kondisi tersebut, Kusmana mengharapkan mahasiswa dapat mentransfer ilmu dan teknologi di perguruan tinggi. “Digitalisasi itu sudah menjadi kewajiban bukan pilihan. Karena itu, mahasiswa diharapkan bisa menularkan kepada teman-teman UMKM,” kata Kusmana.

Acara pelepasan KKN-PPM Virtual Integratif 2021 ini juga menghadirkan perwakilan Mitra Kunci USAID Lensi Mursida.*