Laporan oleh Artanti Hendriyana

Para pembicara pada “Talkshow Financial Planning ala Mahasiswa” yang digelar Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan BNI Syariah yang diselenggarakan secara daring, Rabu (20/1).*

[unpad.ac.id, 20/1/2021] Kemampuan pengelolaan keuangan perlu juga dipahami mahasiswa. Bukan hanya untuk kepentingan saat ini tetapi juga sebagai bekal hidup di masa depan. Untuk itu, momen sebagai mahasiswa perlu dimanfaatkan dengan baik untuk bereksperimen dan bereksplorasi dalam pengelolaan keuangan.

“Bagi mahasiswa, gunakan waktunya untuk bereksperimen dan bereksplorasi, dan punya lifeskill yang menjadi dasar untuk modal kita ke depan,” ujar Lead Financial Trainer QM Financial Ligwina Hananto dalam “Talkshow Financial Planning ala Mahasiswa” yang digelar Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan BNI Syariah yang diselenggarakan secara daring, Rabu (20/1).

Ligwina mengatakan, ketika belum banyak kebutuhan hidup, menjadi momen yang tepat untuk mempelajari berbagai hal tentang keuangan. Mahasiswa pun dapat mengeksplorasi kegiatan entrepreneurship, investasi, dan segala sesuatu tentang keuangan lainnya.

Baca juga: Prof. Dr. Hj. Nina Winangsih Syam, M.S., Meninggal Dunia

Mahasiswa pun diharapkan dapat mengatur daftar kebutuhan dan keinginan masing-masing. Pengeluaran untuk kebutuhan dapat menjadi prioritas, dan pengeluaran untuk keinginan dapat  diupayakan.

Selain itu, mahasiswa juga dapat mempelajari berbagai hal yang menjadi life skill, seperti memasak dan mengatur menu makan sehari-hari. Keahlian lain juga perlu dipelajari yang kemungkinan kelak akan menjadi peluang bisnis.

“Mumpung mahasiswa, belajar mengatur itu. Pelajari life skill yang mudah-mudah dan praktis-praktis karena itu yang akan kita pakai untuk masa depan,” ujarnya.

Terkait pengelolaan keuangan di masa pandemi, Ligwina mengatakan bahwa hal yang penting adalah adaptasi. Ia mengatakan bahwa pengelolaan keuangan digital secara pandemi perlu dilakukan. Hal ini disebabkan selama pandemi, ada banyak pengeluaran yang berhubungan dengan akses digital.

“Kalau kita tidak memahami akan terganggu,” ujar Ligwina.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Tresuri Edi jaenudin, S.E., M.Si., Ak., mengatakan bahwa masa pandemi dapat dilihat sebagai tantangan dan peluang. Untuk itu perlu sikap positif dalam menyikapinya,

“Apa yang kita dapatkan tergantung kita menyikapinya. Jika sikap dan berpikir kita negatif, maka kemungkinan akan berimbas ke hasil negatif. Tapi kalau kita bersikap optimis dan positif, Insyaallah hasilnya pun positif,” tutur Edi.

Baca juga: Dirjen Dikti: Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan akan Terus Diperkuat

Selama pandemi, Edi mengatakan bahwa berbagai transaksi keuangan di Unpad banyak digunakan secara digital. Mahasiswa pun dapat memanfaatkan berbagai peluang dan fasilitas keuangan yang ada.

Pada kesempatan tersebut Head of Financing Card Business BNI Syariah Rima Dwi Permatasari mengatakan bahwa salah satu fasilitas keuangan yang dapat dimanafaatkan mahasiswa adalah Hasanah Card. Di masa pandemi, fasilitas dari BNI Syariah ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk membantu perguruan tinggi, orang tua mahasiswa, dan mahasiswa.

“Semoga program ini dapat mempermudah Universitas Padjadjaran, orang tua mahasiswa, dan mahasiswa,” harapnya.(arm)*

Share this: