Siapkan SDM Berkompeten, Unpad akan Bentuk Lembaga Sertifikasi Profesi

Laporan oleh Arif Maulana

Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi RI Henny S. Widyaningsih dalam diskusi persiapan pembentukan LSP di Unpad yang digelar di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Selasa (12/1). (Foto: Arif Maulana)*

[unpad.ac.id, 12/1/2020] Lulusan perguruan tinggi yang unggul saat ini tidak lagi dilihat dari ijazah maupun kemampuan akademiknya. Lulusan dikatakan unggul dan kompeten jika memiliki kemampuan yang sudah disertifikasi. Karena itu, kehadiran Lembaga Sertifikasi Profesi di perguruan tinggi dipandang penting.

“Saat ini sudah harus ada sertifikat kompetensi yang diterbitkan perguruan tinggi melalui uji kompetensi yang bekerja sama atau punya Lembaga Sertifikasi Profesi sendiri, itu sudah oke,” ungkap Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi RI Henny S. Widyaningsih dalam diskusi persiapan pembentukan LSP di Unpad yang digelar di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Selasa (12/1).

Henny menilai, sertifikat kompetensi merupakan bukti hukum bahwa seseorang kompeten. Ini disebabkan, kualitas SDM yang unggul dan kompeten tidak lagi dinilai dari angka, tetapi dari bukti sertifikat yang mengukuhkan bahwa dia kompeten di satu bidang.

“Jadi saat ini dia bukan dinilai lulus atau tidak lulus, tetapi kompeten atau tidak kompeten,” imbuhnya.

Baca juga:  CCR, Basis Riset Unpad untuk Revitalisasi Sungai Citarum

Untuk itu, BNSP mendorong Unpad untuk memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi sendiri, sehingga lulusan Unpad dapat menjadi individu unggul dan selaras dengan apa yang dibutuhkan di dunia kerja.

Pemerintah sendiri sudah mendorong lulusan perguruan tinggi mendapatkan sertifikat kompetensi. Sesuai dengan Permendikbud Nomor 88 Tahun 2014 Pasal 14, sertifikat kompetensi diberikan kepada lulusan yang lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh organisasi profesi, lembaga pelatihan, atau lembaga sertifikasi yang terakreditasi sesuai peraturan perundang-undangan.

Lebih lanjut Henny menjelaskan, nantinya Lembaga Sertifikasi Profesi Unpad didorong untuk punya sertifikasi kompetensi tertentu. Sertifikasi kompetensi ini didasarkan atas skema okupasi kompetensi yang dihasilkan dari program studi yang ada di Unpad.

“Prodi Bapak/Ibu itu nanti di dunia kerja ujungnya menjadi apa, okupasinya apa. Okupasi itu yang harus memiliki standar kompetensi,” kata Henny.*

Baca juga:  Unpad Resmikan Kampung Digital “Suka Padjadjaran” dan Toko Buku Online “Bale Pabukon”