Rilis: Marlina Mustikaningsih

kuliah lapangan virtual
Proses pengambilan video untuk materi kuliah lapangan virtual yang dilakukan Fakultas Teknik Geologi Unpad.*

[unpad.ac.id, 16/2/2021] Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran menerapkan inovasi pembelajaran berupa kuliah lapangan virtual dan laboratorium virtual. Dua inovasi ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi terkendalanya kegiatan kuliah lapangan dan praktikum laboratorium akibat pandemi Covid-19.

Ketua Program Studi Sarjana Teknik Geologi Unpad Dr. Rd. Irvan Sophian, M.T., menjelaskan, inovasi ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk mengikuti materi pembelajaran secara daring tanpa mengurangi efektivitas dan target capaian seperti pada metode tatap muka.

“Ini salah satu strategi kami di era pandemi ini adalah dengan membuat kuliah lapangan secara virtual. Seperti diketahui kegiatan kuliah di Teknik Geologi mengharuskan kita harus pergi lapangan. Namun, pandemi yang belum juga usai hal ini tidak boleh menjadi halangan bagi prodi, oleh karena itu kami berinovasi dimasa pandemi ini,” ujar Irvan, Senin (15/2).

Baca juga: Unpad Tuan Rumah IAAS National Congress XXV

Berdasarkan keterangan tertulis kepada Kantor Komunikasi Publik Unpad, proses pembuatan kuliah lapangan virtual dimulai dengan pembentukan tim ke dalam beberapa kelompok sesuai bidang kajiannya. Setiap kelompok yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan kemudian menentukan daerah penelitiannya.

Sejumlah daerah dipilih menjadi lokasi, antara lain kawasan karst Citatah, Stone Garden, Sanghyang Poek, kawasan gunung Tangkuban Parahu, serta kawasan sesar Lembang.

Irvan menambahkan bahwa pembagian kelompok kecil ini juga merupakan salah satu antisipasi  dalam mengurangi resiko penularan virus Covid 19, dan tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat selama di lapangan.

“Seluruh peserta melakukan rapid test terlebih dahulu sebelum berangkat ke lapangan. Kami juga mengurangi jumlah kuota penumpang kendaraan, penyemprotan disinfektan, memakai masker dan sarung tangan selama di lapangan,” ujarnya.

Metode kuliah lapangan dilakukan menggunakan metode pengambilan video. Setiap dosen melaporkan hasil pengamatan jarak dekat dari setiap singkapan dan karakteristik batuan yang ditemukan di lapangan.

Baca juga: Dukung Kelestarian Etnik, Film Daerah Sebaiknya Tetap Gunakan Bahasa Daerah

Sementara untuk pengamatan jarak jauh, tim memanfaatkan drone untuk melakukan pemetaan digital. Tujuannya untuk mendapatkan cakupan area yang lebih luas dan lebih terperinci.

Temuan di lapangan kemudian diolah dan dilakukan interprestasi sesuai dengan bidang kajian atau mata kuliahnya.

Irvan menilai, kegiatan kuliah lapangan di FTG Unpad tidak dapat dihilangkan, karena hal ini diperlukan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa berdasarkan teori yang sudah diajarkan.

Nantinya, video kuliah lapangan virtual ini akan diunggah ke media pembelajaran daring Unpad, seperti MOOC Unpad, YouTube, hingga Google Classroom. “Saat ini kami juga sedang menyiapkan analisis laboratorium secara virtual,” pungkas Irvan.(arm)*

Share this: