Uji Klinis Fase III Vaksin Rekombinan Anhui Mulai Dilakukan

vaksin rekombinan
Kepala Badan Litbangkes Kemenkes RI dr. Slamet bersama Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana dan Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti sedang mendengar pemaparan teknis dari peneliti utama uji klinis fase III vaksin rekombinan Covid-19 FK Unpad dr. Rodman Tarigan, Sp.A(K), M.Kes., saat meninjau pelaksanaan uji klinis fase III vaksin rekombinan Covid-19 Anhui di Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Jalan Eijkman No. 38, Bandung, Rabu (3/3). (Foto: Dadan Triawan)*

[unpad.ac.id] Proses uji klinis fase III vaksin rekombinan Covid-19 Anhui yang dilakukan tim peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran secara resmi mulai diluncurkan pada Rabu (3/3). Uji klinis ini akan mengikutsertakan 2.000 relawan di Kota Bandung yang berlokasi di 6 rumah sakit.

“Kita harapkan agar semua uji klinis ini berjalan lancar,” ujar peneliti utama uji klinis fase III vaksin rekombinan Covid-19 FK Unpad dr. Rodman Tarigan, Sp.A(K), M.Kes., dalam acara peluncuran uji klinis fase III vaksin rekombinan Covid-19 di lobi Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Jalan Eijkman No. 38, Bandung, Rabu (3/3).

Uji klinis ini sudah mendapatkan izin dari Komite Etik RSHS, izin uji klinis dari BPOM, serta sudah terdaftar di Badan Penelitian dan Pengembangangan Kesehatan Kemenkes RI. “Alhamdulillah proses administrasi sudah berjalan dengan lancar,” tambah Rodman.

Baca juga:  Tim Riset Unpad Akan Serahkan Laporan Berkala Uji Klinis Vaksin Covid-19 ke Bio Farma

Lebih lanjut Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Unpad ini menjelaskan, hasil uji klinis fase I dan II dari vaksin rekombinan Anhui ini dinyatakan aman dan memberikan kekebalan yang sangat bagus. Untuk itu, pada uji klinis fase III kali ini tim akan menentukan tingkat kemanjuran vaksinnya atau tingkat efikasi dari vaksin rekombinan tersebut.

“Kita berharap tentunya efikasinya di atas ambang batas WHO, di atas 50%,” jelasnya.

Proses uji klinis akan berlangsung selama 12 sampai 14 bulan. Setiap relawan akan dilakukan penyuntikan vaksin atau plasebo selama tiga kali dengan interval satu bulan sekali. Tim juga akan memantau kondisi setiap relawan selama uji klinis berlangsung.

Hasil dari uji klinis akan dilaporkan ke BPOM. Nantinya, hasil uji klinis akan menjadi pertimbangan BPOM untuk menerbitkan Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA). Diharapkan, EUA paling cepat akan dikeluarkan pada September 2021.

Baca juga: Studi Menunjukkan Penggemar K-Pop Berkontribusi Aktif dalam Aktivisme Media Sosial

Sampai saat ini, sudah 572 subyek yang terdaftar sebagai relawan. Rodman membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin menjadi relawan uji klinis vaksin rekombinan Anhui. Pendaftaran uji klinis akan dibuka hingga akhir April 2021.

Ihwal jenis vaksin rekombinan, Guru Besar FK Unpad Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, dr., Sp.A(K), M.M., menjelaskan, vaksin rekombinan atau vaksin yang diambil dari bagian kecil virus yang masih hidup memiliki kesamaan dengan vaksin yang diambil dari virus inaktif.

Prof. Kusnandi mencontohkan, salah satu vaksin rekombinan yang umum digunakan di Indonesia adalah vaksin Hepatitis B. “Sebetulnya sama dan biasa saja,” kata Prof. Kusnandi.

Lengkapi Perbendaharaan Vaksin Covid-19

Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil saat diwawancarai sejumlah wartawan dalam acara peluncuran uji klinis fase III vaksin rekombinan Covid-19 di lobi Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Jalan Eijkman No. 38, Bandung, Rabu (3/3)., Rabu (3/3). (Foto: Dadan Triawan)*

Acara peluncuran uji klinis fase III vaksin rekombinan Covid-19 ini dihadiri langsung Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil, Kepala Balitbangkes Kemenkes RI dr. Slamet, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, serta Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti.

Gubernur yang akrab disapa Emil ini sangat mendukung langkah Unpad dalam melakukan uji klinis fase III vaksin rekombinan Anhui. Menurutnya, pengembangan vaksin harus disukseskan.

“Kita tidak ada pilihan lain. Hanya dengan vaksin bisa menurunkan, tetapi tidak bisa menghilangkan,” kata Emil.

Emil menjelaskan, vaksin memiliki ekosistem produksi yang rumit. Vaksin yang sudah dihaslkan tidak serta merta bisa langsung digunakan. Butuh pengetesan yang sesuai dengan standar internasional.

Karena itu, uji klinis fase III yang dilakukan Unpad sudah sangat baik. Diharapkan hasil uji klinis ini dapat menghasilkan gambaran baik tentang vaksin rekombinan Anhui sehingga bisa melengkapi kebutuhan vaksin di Indonesia.

Lebih lanjut Emil mengatakan, jumlah dosis vaksin Covid-19 di Indonesia belum memadai. Padahal, vaksin menjadi upaya efektif dalam menurunkan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia. Karena itu, proses uji klinis untuk vaksin rekombinan Anhui ini diharapkan segera melengkapi jumlah vaksin di Indonesia.

Baca juga: Unpad Hasilkan Dokumen ICT DRP untuk JOB Tomori

Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti menyambut baik uji klinis yang dilakukan oleh tim peneliti FK Unpad. Sebagai perguruan tinggi yang sudah dua kali melakukan uji klinis fase III vaksin Covid-19, hal ini merupakan kepercayaan baik dari pihak luar kepada Unpad.

“Uji klinis ini bukti kegigihan peneliti Unpad di bidang vaksin,” kata Rektor.*

Share this: