Unpad Masuk 500 Perguruan Tinggi Dunia dalam Pemeringkatan THE Emerging Economics 2021

Laporan oleh Arif Maulana

THE Emerging Economics

Kampus Universitas Padjadjaran di Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung. (Foto: Dadan Triawan)*

[unpad.ac.id, 11/3/2021] Universitas Padjadjaran masuk 500 besar peringkat perguruan tinggi dunia berdasarkan sistem pemeringkatan The Times Higher Education atau THE Emerging Economics 2021 yang dirilis Selasa (9/3) waktu setempat.

“Kita perlu syukuri, atas kerja sivitas akademika dan tenaga kependidikan, maka (Unpad) bisa masuk,” kata Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Rina Indiastuti.

Dalam sistem pemeringkatan tersebut, Unpad menduduki peringkat 401-500 dunia serta peringkat 7 secara nasional. Secara nasional, hanya ada 9 perguruan tinggi yang masuk ke dalam pemeringkatan THE Emerging Economics 2021.

Pemeringkatan THE Emerging Economics secara spesifik menilai perguruan tinggi di negara yang diklasifikasikan London Stock Exchange FTSE Group sebagai kelompok negara berkembang. Ada tiga klasifikasi negara berkembang menurut Bursa Efek London tersebut, antara lain negara berkembang maju, negara berkembang sekunder, serta perbatasan.

Penilaian pada sistem THE Emerging Economics menggunakan 13 indikator yang serupa dengan penilaian THE World University Rankings. Setiap perguruan tinggi dinilai berdasarkan pengajaran (teaching), penelitian (research), transfer pengetahuan (knowledge transfer), dan pandangan internasional (international outlook).

Namun, kedua sistem ini memiliki bobot penilaian yang berbeda untuk mencerminkan bagaimana prioritas pengembangan perguruan tinggi, khususnya di negara berkembang.

Secara keseluruhan, Unpad memiliki angka penilaian yang baik. Jika ditelusuri pada bidang ilmu, ada beberapa bidang ilmu yang berhasil masuk peringkat 5 besar terbaik secara nasional. Bidang ilmu tersebut di antaranya kedokteran dan kedokteran gigi pada peringkat 4, serta psikologi pada peringkat 4.

Rektor menjelaskan, pemeringkatan sejatinya menjadi refleksi bahwa perguruan tinggi sudah bekerja dengan orientasi kinerja yang sesuai. Misalnya, bagaimana upaya perguruan tinggi dalam menjaga reputasi akademik, meraih rekognisi, diakui industri, hingga meningkatkan mutu lulusannya.

Baca juga:  Dosen FEB Unpad Terpilih Sebagai Pengurus ISACA Indonesia 2021-2023

“Kalau kita bekerja dengan orientasi kinerja seperti itu, maka peringkatnya pasti akan baik,” ujar Rektor.

Bila orientasi kinerja sudah sesuai, tugas perguruan tinggi selanjutnya adalah akselerasi dalam pencapaian kinerja. Rektor mengatakan, orientasi kinerja tidak akan tercapai apabila kecepatan mengejar target tidak meningkat.

Karena itu, Rektor mengingatkan agar warga Unpad jangan puas dengan apa yang sudah diraih saat ini. Akselerasi kinerja mesti terus meningkat. “Agresif itu perlu. Kita harusnya jangan mau dikejar,” kata Rektor.

Rektor menegaskan bahwa pemeringkatan ini bukan ajang melahirkan kompetitor antar perguruan tinggi. Saling kolaborasi tetap diperlukan sebagai salah satu kunci meningkatkan akselerasi.

“Hari gini tidak bisa kita bersaing bebas, tetapi mesti berkolaborasi,” kata Rektor.*