Al-Quran Berikan Petunjuk tentang Fenomena Sains

Al-Quran
Ustaz Bambang Pranggono memberikan tausiah pada acara virtual “Tausiah dan Kajian Ilmu (Takjil) Bareng Unpad”, Jumat (7/5).*

[unpad.ac.id, 8/5/2021] Ustaz sekaligus akademisi Bambang Pranggono memaparkan, Al-Quran seyogianya memberikan petunjuk terhadap sejumlah fenomena sains. Ini didasarkan, Al-Quran selain menjadi kitab suci umat Islam juga mengandung segala ilmu.

“Bagi yang meyakini, bertaburan ayat-ayat yang memberi isyarat bahwa di dalam Quran terhadap petunjuk itu,” ungkap Bambang saat mengisi tausiah dalam acara virtual “Tausiah dan Kajian Ilmu (Takjil) Bareng Unpad”, Jumat (7/5).

Bambang menjelaskan, berdasarkan tafsir Syekh Thantawi Jauhary dalam kitab Al-Jawahir, Al-Quran setidaknya mengandung 150 ayat tentang fikih serta 750 ayat tentang sains. Ini berarti ayat-ayat tentang alam semesta lima kali lebih banyak dari fikih. Bukti ini menguatkan pendapat dari kelompok yang meyakini bahwa Al-Quran punya petunjuk tentang sains.

Meski demikian, Bambang menggarisbawahi bahwa Al-Quran bukanlah kamus ilmiah. Al-Quran hanya menjelaskan tentang petunjuk atau syarat-syarat yang harus dikembangkan melalui tafsir oleh para ahli.

“Al-Quran itu adalah firman Allah, bahasa langit yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa manusia dan ditafsirkan untuk meraba-raba maksud Allah itu apa untuk petunjuk manusia,” jelasnya.

Penafsiran Al-Quran sendiri dilakukan oleh ahli yang setidaknya menguasai 12 keahlian dalam menafsir Al-Quran. Untuk itu, bagi umat Muslim pada umumnya, Al-Quran dan tafsir dari para ulama bisa menjadi inspirasi dalam mencari petunjuk terkait fenomena sains tertentu.

Ia pun mendorong agar warga Unpad bisa merenungi berbagai fenomena alam di sekitar. Perenungan tersebut kemudian digabung dengan membaca Al-Quran dan buku tafsir. Dari situ, akan muncul inspirasi berdasarkan petunjuk pada Al-Quran.

“Untuk menemukan inspirasi, kita harus out of the box thinking. Berpikir di luar bunyi-bunyi pada tafsir. Kita membutuhkan suatu jawaban terhadap problematika saat ini yang tidak didapat pada buku-buku tafsir lama,” kata Bambang.*

Baca juga: Program Joint Degree Unpad-Mie University Jepang Luluskan Angkatan Pertama

Share this: