Hardiknas Momentum Lakukan Transformasi Pendidikan

Laporan oleh Arif Maulana

hardiknas

Pimpinan universitas dan fakultas di lingkungan Universitas Padjadjaran mengikuti upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2921 yang dielar di halaman kampus Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Minggu (2/5). (Foto: Dadan Triawan)*

[unpad.ac.id, 2/5/2021] Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nadiem Anwar Makarim mendorong para insan pendidikan untuk menjiwai dan menghidupkan kembali pemikiran Ki Hajar Dewantara. Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei 2021 menjadi upaya untuk melakukan transformasi pendidikan.

Demikian disampaikan Nadiem Makarim dalam pidato yang dibacakan Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Rina Indiastuti pada Upacara Peringatan Hardiknas Tahun 2021 di halaman kampus Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Minggu (2/5). Upacara digelar dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga:  Dies Natalis ke-62 FIB Unpad, Indonesianis Pamela Allen Bicara Pentingnya Penerjemahan Sastra

Rektor membacakan, transformasi pendidikan Indonesia tetap bersandar pada sejarah bangsa sekaligus memiliki keberanian dalam menciptakan sejarah baru. Hal ini sudah dilakukan Kemendikbudristek melalui terobosan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka.

“Transformasi yang bermakna ini kami kerjakan agar segala sesuatu yang selama ini membuat bangsa ini hanya berjalan di tempat, dapat berubah menjadi lompatan-lompatan kemajuan,” baca Rektor.

Nadiem menyampaikan, terobosan Merdeka Belajar mampu menyasar seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari pendidik dan pelajar dari tingkat PAUD sampai pendidikan tinggi, orang tua, wakil rakyat, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakat, hingga dunia usaha dan dunia industri di seluruh Indonesia.

Pada upacara tersebut, bertindak sebagai pembaca naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 oleh Dekan Fakultas Farmasi Prof. Dr. Ajeng Diantini, serta pembaca doa oleh Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Dr.sc.agr. Yudi Nurul Ihsan.*