Ini Manfaat Skrining Pranikah bagi Calon Pasangan Suami Istri

Laporan oleh Artanti Hendriyana

skrining pranikah

Dosen Departemen Keperawatan Maternitas Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran Ida Maryati, PhD., menjadi pembicara dalam “Webinar Premarital: Mendewasakan Diri Sebelum Melangkah Lebih Jauh” yang diselenggarakan Fkep Unpad secara daring, Sabtu (1/5).*

[unpad.ac.id, 1/5/2021] Pasangan yang akan menikah diharapkan tidak ragu untuk melakukan skrining pranikah. Skrining pranikah memiliki banyak manfaat, terutama untuk untuk mendapatkan keturunan yang baik.

Hal tersebut dikatakan Dosen Departemen Keperawatan Maternitas Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran Ida Maryati, PhD dalam “Webinar Premarital: Mendewasakan Diri Sebelum Melangkah Lebih Jauh” yang diselenggarakan Fkep Unpad secara daring, Sabtu (1/5).

Dikatakan Ida, dengan skrining pranikah, beberapa hal yang harus dihindari atau diperbaiki oleh pasangan dapat segera dilakukan. Sayangnya, calon pasangan suami istri (pasutri) kerap takut melakukan skrining. Pasalnya, ada kekhawatiran pernikahan tidak jadi dilakukan jika diketahui ada masalah berdasarkan hasil skrining.

Baca juga:  Ekonomi Meningkat, Indonesia Perkuat Kerja Sama Selatan-selatan dan Triangular

“Justru dengan kita skrining pranikah kita memiliki keputusan, apakah bisa dimodifikasi, atau ditawarkan solusinya seperti  apa,” kata Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Hubungan Alumni FKep Unpad ini.

Lebih lanjut Ida menjelaskan, skrining pranikah memiliki manfaat bagi laki-laki, perempuan, bayi, dan juga keluarga. Bagi laki-laki atau calon suami, skrining dapat berperan untuk menjaga kesehatan, mendorong dan mendukung kesehatan pasangannya, serta melindungi anak-anaknya.

Bagi perempuan atau calon istri, skrining pranikah juga dapat membantu dalam perencanaan kehamilan yang sehat, serta memotivasi untuk menjaga hidup sehat. Untuk bayi, skrining pranikah dapat mencegah bayi lahir cacat atau ada ketidaknormalan lainnya. Hal ini dapat dilihat dari kesehatan orang tua sebelum dan selama kehamilan.

Singkatnya, skrining pranikah dinilai dapat berperan dalam menciptakan keluarga yang sehat, serta akan menciptakan kualitas keluarga yang  lebih baik di masa depan.

Ida menjelaskan, proses skrining meliputi pemeriksaan fisik secara lengkap, pemeriksaan riwayat penyakit keturunan, pemeriksaan penyakit menular, pemeriksaan organ reproduksi, hingga pemeriksaan alergi.

Dikatakan Ida, melaui proses ini, pasutri diharapkan dapat mencegah komplikasi selama kehamilan dan persalinan, mampu melahirkan bayi yang sehat, serta dapat mencegah adanya penyakit menular, seperti HIV dan infeksi menular seksual.

Baca juga:  Sebanyak 28 Pustakawan dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Instruktur Literasi Informasi yang digelar Unpad dan UPH

“Jangan takut melakukan skrining pranikah untuk melahirkan generasi lebih baik,” ujar Ida.

Pada kesempatan tersebut, hadir juga sebagai pemateri Intan Nurul Khofifah (Mahasiswa Keperawatan A’2018 Unpad) dan Furri Fuzie Lestari (Mahasiswa Keperawatan A’2018 Unpad) yang membahas mengenai pentingnya kesiapan fisik dan psikologis bagi pasangan yang akan menikah.

Webinar tersebut digelar sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat Fkep Unpad, dan diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah. Acara dibuka oleh Kepala Departemen Keperawatan Maternitas Fkep Unpad Dr. Yanti Hermayanti.(arm)*