Kena Dampak Pandemi, Upah Buruh Harus Tetap Terjamin

upah buruh
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Sutyastie Soemitro Remi, M.S., menjadi pembicara pada diskusi virtual “Satu Jam Berbincang Ilmu: May Day! Buruh Kita Menurut Sensus Penduduk 2020”, Sabtu (1/5).*

[unpad.ac.id] Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Sutyastie Soemitro Remi, M.S., mendorong pemerintah maupun pelaku industri untuk menjamin upah yang layak guna menjamin kesejahteraan para buruh.

“Tidak hanya meningkatkan kesejahteraan para buruh tetapi juga mendorong pemulihan ekonomi di tengah pandemi melalui peningkatan daya beli dan konsumsi para buruh,” ujar Prof. Sutyastie saat menjadi pembicara pada diskusi virtual “Satu Jam Berbincang Ilmu: May Day! Buruh Kita Menurut Sensus Penduduk 2020”, Sabtu (1/5).

Diungkapkan Prof. Sutyastie, pandemi Covid-19 berdampak besar pada kehidupan buruh. Sejumlah bantuan sosial yang tahun lalu diperoleh buruh, ada yang dihapus di tahun ini. Selain itu, dampak juga terjadi akibat adanya kebijakan dan regulasi yang berpotensi menggerus upah dan kesejahteraan buruh.

Hal ini terlihat dari laporan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2020. Akibat pandemi Covid-19, rata-rata upah buruh turun 5,18 persen dari Rp 2,91 juta per bulan pada 2019 menjadi 2,76 juta per bulan pada 2020. Penurunan upah buruh paling tinggi berada di sektor akomodasi dan makanan.

Lebih lanjut Guru Besar bidang Ekonomi Kependudukan dan SDM ini memaparkan, ada tujuh sektor yang memiliki upah buruh lebih rendah dari rata-rata nasional. Tujuh sektor tersebut antara lain jasa pendidikan; industri pengolahan; pengadaan air; pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang; perdagangan besar, eceran, dan reparasi kendaraan bermotor; pertanian, kehutanan, peternakan, dan perikanan; serta industri lainnya.

“Padahal, sektor-sektor pertanian, perdagangan, akomodasi dan makan-minum, serta industri pengolahan menyerap banyak tenaga kerja,” tuturnya.

Untuk itu, Prof. Sutyastie mendorong agar tujuh sektor ini menjadi fokus utama dalam melakukan pemulihan. Sinkronasi dan koordinasi antar lembaga, baik pemerintah, swasta, dan masyarakat perlu diperkuat.

Baca juga: Kilang Minyak Pertamina Terbakar, Pemerintah Harus Mulai Siapkan Infrastruktur Baru di Sektor Energi

“Dalam waktu dekat, kiranya penting menjamin upah yang layak bagi buruh,” kata Prof. Sutyastie.*

Share this: