Ustaz Aam Amirudin Paparkan Kriteria Bahagia Dunia dan Akhirat

Laporan oleh Arif Maulana

aam amirudin

Ustaz Aam Amirudin menyampaikan tausiah di hadapan keluarga besar Universitas Padjadjaran dalam acara “Takjil Bareng Unpad” secara virtual, Jumat (30/4).*

[unpad.ac.id, 1/5/2021] Ustaz Aam Amirudin menjelaskan kriteria kebahagiaan di dunia dan akhirat. Menurutnya, tujuan hidup manusia di dunia ini berdasarkan penjelasan Al-Quran adalah memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat secara seimbang.

“Dunia boleh dalam genggaman, tapi bagaimana ketika dunia ternyata tidak memberikan kebahagiaan akhirat. Islam mengajari kita hidup yang berkeseimbangan,” kata Aam Amirudin saat memberikan tausiah pada acara “Takjil Bareng Unpad” secara virtual, Jumat (30/4).

Di hadapan keluarga besar Unpad Aam Amirudin menjelaskan, seseorang boleh dikatakan memiliki kinerja yang bagus, mampu mencapai target yang ditetapkan, serta mampu mewujudkan visi misi kelembagaan. Namun, itu belum berarti apabila kebahagiaan dunia dan akhirat tidak dapat diraih.

Untuk itu, ada enam kriteria kebahagiaan dunia. Pertama adalah jiwa yang selalu bersyukur dan sabar. Hal ini dijelaskan dalam Al-Quran Surah Luqman ayat 12 serta Ali Imron ayat 200.

Menurut Aam Amirudin, jiwa syukur dan sabar adalah kunci yang membuat seseorang bisa bahagia. Sejatinya, kebahagiaan bukan terletak pada apa yang sudah dimiliki secara materi, melainkan pada apa yang sudah dimiliki oleh hati.

“Boleh jadi kalau dilihat dari lahiriah itu bergelimang, tapi mungkin saja dia merasa kurang,” tuturnya.

Kriteria selanjutnya adalah memiliki pasangan hidup yang saleh, keturunan yang saleh, sahabat yang saleh, harta yang berkah, serta usia yang berkah.

Sementara kriteria kebahagiaan akhirat meliputi meninggal dalam keadaan husnul khatimah, disambut malaikat rahmat, mendapatkan ampunan dan jaminan surga, bisa berkumpul di surga, hingga mendapatkan rida dari Allah swt.*

Baca juga:  Unpad Berikan Kesempatan Profesor dan Dosen Tingkatkan Penelitian Melalui Hibah Riset Internal