Prof. Mochtar Kusumaatmadja Layak Jadi Pahlawan Nasional

Laporan oleh Arif Maulana

mochtar kusumaatmadja

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Romli Atmasasmita menjadi pembicara pada Webinar “Prof. Mochtar Kusumaatmadja: Kehebatan Akademik dan Proses Usulan Pahlawan Nasional” yang digelar Fakultas Hukum Unpad, Selasa (8/6).*

[unpad.ac.id, 9/6/2021] Universitas Padjadjaran bersama berbagai pihak mendukung pengusulan almarhum Prof. Mochtar Kusumaatmadja menjadi pahlawan nasional. Hal ini didasarkan atas banyaknya torehan yang dihasilkan Prof. Mochtar untuk Indonesia maupun dunia.

Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti menjelaskan, Prof. Mochtar Kusumaatmadja layak mendapat gelar pahlawan nasional. Rektor ke-5 Unpad ini memiliki kehebatan di bidang akademik, birokrasi, tata negara, hingga budaya. Rekam jejak dari kehebatan almarhum menjadi satu penguat untuk diusulkan sebagai pahlawan nasional.

“Unpad tentu akan mendukung usulan ini. Usulan juga sudah muncul dari berbagai pihak. Artinya, sejatinya beliau memang seorang pahlawan nasional,” kata Rektor pada Webinar “Prof. Mochtar Kusumaatmadja: Kehebatan Akademik dan Proses Usulan Pahlawan Nasional” yang digelar Fakultas Hukum Unpad, Selasa (8/6).

Baca juga:  Kenal Lebih Dekat: Pusat Unggulan Iptek Inovasi Pelayanan Kefarmasian Unpad

Untuk mendukung hal tersebut, Unpad melalui Fakultas Hukum akan segera membentuk tim untuk menyiapkan dokumen pengusulan Prof. Mochtar sebagai pahlawan nasional.

Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Unpad yang juga anggota Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Jawa Barat Prof. Dr. Reiza D. Dienaputra, M.Hum., mengatakan, usulan pengangkatan Prof. Mochtar Kusumaatmadja sebagai pahlawan nasional sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Pengangkatan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Pada Pasal 26 UU tersebut dijelaskan mengenai syarat khusus pemberian gelar kepahlawanan atau tanda kehormatan. Prof. Reiza menyoroti salah satu syarat pada butir c dan d, yaitu melakukan pengabdian dan perjuangan yang berlangsung hampir sepanjang hidupnya dan melebihi tugas yang diembannya, serta pernah melahirkan gagasan/pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara.

“Prof. Mochtar sudah memenuhi syarat ini, prestasi yang dihasilkannya melebihi tugas yang diembannya,” ujarnya.

Pemerintah yang Mengusulkan

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Hukum Unpad Prof. Dr. Romli Atmasasmita menuturkan, jarang sekali ahli hukum internasional yang menghasilkan konsep seperti Prof. Mochtar Kusumaatmadja. Konsep negara kepulauan dan Wawasan Nusantara yang digagasnya menjadi tonggak penyatuan bangsa Indonesia. Konsep ini pun diakui oleh internasional.

Baca juga:  Prof. Dr. H. Nen Amran, MEc Meninggal Dunia

“Tanpa beliau, negeri kita sudah tercerai berai. Intervensi asing di laut akan menceraiberaikan NKRI,” kata Prof. Romli.

Karena itu, usulan pengangkatan sebagai pahlawan nasional seharusnya langsung diinisiasi oleh pemerintah. Dengan demikian, pengusulan Prof. Mochtar Kusumaatmadja sebagai pahlawan nasional tidak perlu lagi diusulkan oleh Unpad maupun kelompok masyarakat lain.

“Seharusnya pemerintah tahu mana yang layak jadi pahlawan, mana yang tidak layak. (Usulan) pemerintah harusnya tidak perlu diminta,” kata Prof. Romli.

Webinar juga menghadirkan pembicara Dosen Prodi Hubungan Internasional FISIP Unpad Dr. Teuku Rezasyah yang membahas rekam jejak intelektual Prof. Mochtar di bidang hubungan internasional.*