Prof. Arief Anshory Yusuf Pimpin Forum Dewan Guru Besar Indonesia 2021-2023

Kongres Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FDGBI) tahun 2021 menetapkan ketua Dewan Profesor Universitas Padjadjaran Prof. Arief Anshory Yusuf, PhD, sebagai ketua FDGBI periode 2021-2023, Senin (26/7).*

[unpad.ac.id] Ketua Dewan Profesor Universitas Padjadjaran Prof. Arief Anshory Yusuf, PhD, terpilih sebagai Ketua Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FDGBI) periode 2021-2023 berdasarkan keputusan hasil Kongres FDGBI 2021 yang digelar secara virtual, Senin (26/7).

Prof. Arief terpilih sebagai ketua bersama dengan Prof. Dr. Ir. Abubakar, M.S., dari Universitas Syiah Kuala sebagai Wakil Ketua FDGBI 2021-2023. Keduanya langsung dikukuhkan sebagai Ketua dan Wakil Ketua FDGBI 2021-2023 oleh pimpinan kongres Prof. Dr. Sutyastie Soemitro.

“Alhamdulillah, sudah terpilih secara definitif, disahkan, dan dikukuhkan Ketua Prof. Arief Anshory Yusuf dan Wakil Ketua  Prof. Abubakar,” ujar Prof. Sutyastie.

Penetapan Prof. Arief Anshory Yusuf sebagai ketua FDGBI merupakan implementasi dari anggaran dasar serta hasil kongres serupa pada 2019 silam. Dalam anggaran dasar FDGBI, ketua terpilih forum merupakan ex-officio dari perguruan tinggi yang sudah ditetapkan sebagai Wakil Ketua FDGBI pada kepengurusan sebelumnya.

Pada kepengurusan sebelumnya, Prof. Dr. Ir. Mursalim dari Universitas Hasanuddin menjabat sebagai ketua FDGBI 2019-2021, sedangkan jabatan Wakil Ketua FDGBI diisi oleh ex-officio Ketua Dewan Profesor Unpad saat itu, yakni Prof. Dr. Sutyastie Soemitro.

Prof. Sutyastie menjelaskan, ada tradisi yang sudah berlangsung terkait pemilihan ketua dan wakil ketua FDGBI sejak dibentuk 2017 silam. Tradisi tersebut yaitu ketua dan wakil ketua forum merupakan kombinasi dari dua perguruan tinggi yang berada di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa.

Selain itu, tradisi lainnya adalah perguruan tinggi yang menjabat sebagai wakil ketua akan menjabat menjadi ketua pada kepengurusan berikutnya.

“Mudah-mudahan ini merupakan tradisi baik yang dibangun oleh FDGBI untuk kebersamaan antarwilayah dan juga (terjadi) keberlanjutan program-program kepengurusan sebelumnya,” kata Prof. Sutyastie.

Baca juga: Mahasiswa Unpad Kembangkan Abon dari Jerami Nangka

Sebagai amanat awal, Ketua dan Wakil Ketua FDGBI dipersilakan untuk menentukan calon wakil ketua untuk kepengurusan 2023-2025, sekaligus melihat kembali struktur kepengurusan dari FDGBI saat ini.

Prof. Arief Anshory Yusuf merupakan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad. Prof. Arief ditetapkan sebagai Ketua Dewan Profesor Unpad periode 2020-2025 pada September 2020 lalu.

Konsisten, Inklusif, dan Partisipatif

Sementara itu, Prof. Arief mengungkapkan, salah satu kunci keberhasilan dari organisasi adalah konsistensi. Salah satu upaya untuk mencapai konsistensi adalah melakukan agenda kerja priorotas.

Menurutnya, FDGBI memiliki dua unsur penting. Pertama adalah ada sejumlah isu penting yang perlu menjadi perhatian dan diwujudkan menjadi program kerja prioritas. Unsur kedua adalah kekuatan pada FDGBI sendiri.

“FDGBI merupakan forum yang secara resmi merepresentasikan guru besar se-Indonesia, tidak mewakili personal, sehingga ini strategis dan inklusif,” kata Prof. Arief.

Karena itu, partisipasi aktif dari para anggota dalam mewujudkan forum menjadi lebih inklusif dibutuhkan. “Jika tidak partisipatif, justifikasi menjadi kurang, sustainability menjadi tidak tercapai,” imbuhnya.

Diskusi Panel

Kongres FDGBI juga diisi dengan dua diskusi panel yang digelar Senin (26/7) dan Selasa (27/7). Acara dibuka secara resmi oleh Ketua FDGBI 2019-2021 Prof. Dr. Ir. Mursalim.

Di hari pertama, diskusi panel digelar dengan mengangkat tema “Tantangan Riset dan Pendidikan”. Diskusi ini menghadirkan pembicara Guru Besar Australian National University Prof. Dr. Budy Prasetyo  Resosudarmo, Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti, Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Moh. Sofwan Effendi, serta moderator Prof. Dr. Evy Damayanthi.

Sementara di hari kedua, diskusi panel digelar dengan tema “Hubungan Kampus dan Masyarakat” yang menghadirkan pembicara Dewan Direktur LPEI Felia Salim, Guru Besar Universitas Indonesia Prof. Dr. Sulistyowati Irianto, serta perwakilan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia Dr. R. Herlambang Perdana Wiratraman. Diskusi tersebut dimoderatori Prof. Hakristuti Harkriswono.*

Baca juga: Zakat Dapat Selesaikan Berbagai Persoalan Masyarakat

Share this: