Unpad dan Kemenkominfo Kembali Gelar Pelatihan FGA DTS 2021

FGA DTS
Dekan Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Iman Rahayu, M.Si., membuka secara resmi program pelatihan Fresh Graduate Academy Digital Talent Scholarship (FGA DTS) 2021 yang digelar atas kerja sama Unpad dengan Kemenkominfo RI, Senin (19/7).*

[unpad.ac.id] Universitas Padjadjaran melalui Program Studi Teknik Informatika Fakultas MIPA bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI kembali menyelenggarakan program pelatihan Fresh Graduate Academy Digital Talent Scholarship (FGA DTS) 2021.

“Ini adalah program kerja Kemenkominfo RI untuk menyiapkan talenta digital yang diakui secara global di Indonesia,” kata ketua pelaksana program FGA DTS Unpad Dr. Setiawan Hadi, MScCS, saat diwawancarai usai acara pembukaan program secara virtual, Senin (19/7).

Setiawan yang juga Kepala Departemen Ilmu Komputer FMIPA Unpad ini menjelaskan, ketersediaan talenta-talenta digital yang diakui global masih minim. Karena itu, Kemenkominfo bersama 60 perguruan tinggi se-Indonesia menggelar pelatihan yang berfokus pada transformasi digital guna menyiapkan 9 juta talenta digital dalam 15 tahun ke depan.

Tahun ini, program FGA DTS Unpad menggelar dua pelatihan yang juga bekerja sama dengan dua mitra industri global. Program pertama bekerja sama dengan mitra industri menggelar pelatihan CCNA Network Engineer. Pelatihan ini diikuti sebanyak 44 lulusan perguruan tinggi se-Indonesia dan dibagi ke dalam dua kelas.

Sementara program kedua bekerja sama dengan mitra industri Huawei menggelar pelatihan Artificial Intelligence. Pelatihan ini diikuti sebanyak 50 lulusan perguruan tinggi dan dibagi menjadi dua kelas.

Seluruh instruktur pada dua pelatihan tersebut sebagian besar merupakan para dosen di Prodi Teknik Informatika Unpad, di antaranya Dr. Asep Sholahuddin, MT, Dr. Afrida Helen, M.Kom., Aditya Pradana, S.T., M.Eng, dan Deni Setiana, M.Sc.CS.

Setiawan menerangkan, Unpad sudah memiliki instruktur yang sudah memiliki kualifikasi secara industri. Menurutnya, untuk bisa menjadi instruktur pada program ini adalah mereka yang sudah lulus pendidikan awal berupa pelatihan yang dilaksanakan oleh mitra industri.

“Jadi instruktur kita tidak hanya sudah bergelar Doktor atau Master, tetapi juga sudah lulus Training of Trainer yang diadakan industri,” jelasnya.

Pelatihan Cisco CCNA Network Engineer sendiri digelar mulai 19 Juli hingga 17 September mendatang. Sementara pelatihan Huawei AI digelar mulai 19 Juli hingga 31 Agustus mendatang.

Tidak hanya pemberian materi, setiap pelatihan juga akan ada semacam ujian yang wajib diikuti oleh peserta. “Di Huawei sendiri akan ada semacam kuis kecil di sela materi dan ada final exam. Sedangkan di Cisco selain teori akan ada life skill practice dan ada sesi khusus berupa pemberian arahan dari instruktur,” kata wakil ketua pelaksana program FGA DTS Unpad 2021 Mira Suryani, M.Kom.

Program FGA DTS Unpad 2021 secara resmi dibuka oleh Dekan FMIPA Unpad Prof. Dr. Iman Rahayu, M.Si. Pada kesempatan tersebut, turut hadir Ketua Pokja FGA Kemenkominfo RI Eyla Alivia Maranny.

Materi Penting

Mira menjelaskan, dua tema pelatihan FGA DTS Unpad 2021, yaitu network engineer dan AI merupakan dua kompetensi yang penting secara global saat ini. Melihat kebutuhan jaringan internet yang semakin masif, maka network engineer menjadi profesi yang paling dicari.

“Kalau butuh penyediaan jaring internet sekaligus maintenance-nya, maka butuh orang yang berdedikasi khusus di bidang itu,” kata Mira.

Hal senada juga terlihat dari peran AI. Saat ini semakin banyak aplikasi yang menggunakan teknologi AI. Karena itu, kebutuhan akan ahli AI secara global akan terus meningkat.

Setiawan menambahkan, Unpad memiliki peluang untuk bisa menyiapkan talenta terbaik pada dua bidang itu. Hal ini didukung dengan ketersediaan instruktur yang sudah memiliki kualifikasi berskala industri.

”Apa yang kita ambil itu adalah kemampuan masa depan, futuristik. Ini yang membutuhkan tenaga terampil. Jangan sampai kita ketinggalan,” kata Setiawan.

Karena itu, program ini tidak sekadar memberikan materi kepada peserta. Usai dinyatakan lulus pelatihan, peserta juga akan didorong untuk mendapatkan sertifikasi seusai bidang yang diambil. Sertifikasi langsung diberikan oleh mitra industri bersangkutan.

“Sertifikat yang diberikan nilainya cukup besar dan punya manfaat besar. Harapannya 94 peserta tersebut bisa mendapatkan sertifikasi,” kata Setiawan.*

Share this: