Melestarikan Budaya Nusantara Melalui Kajian Etnomatematika

Guru Besar Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Budi Nurani Ruchjana pada diskusi Satu Jam Berbincang Ilmu (Sajabi) “Mengenal Etnomatematika” yang digelar Dewan Profesor Unpad secara daring, Sabtu (7/8).

[unpad.ac.id] Etnomatematika dinilai mampu mendukung pelestarian budaya setiap wilayah di Indonesia. Penerapan matematika dalam kebudayaan terlihat dari beragam aktivitas sehari-hari dalam saat melaksanakan adat istiadat, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, serta olah raga tradisional.

Guru Besar Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Budi Nurani Ruchjana mengatakan bahwa banyak kekayaan budaya yang bisa digali melalui Etnomatematika.

“Kita belajar  Etnomatematika untuk menggali budaya,” kata Prof. Budi pada diskusi Satu Jam Berbincang Ilmu (Sajabi) “Mengenal Etnomatematika” yang digelar Dewan Profesor Unpad secara daring, Sabtu (7/8).

Prof. Budi menjelaskan, hal-hal yang dikaji dalam etnomatematika meliputi berbagai lambang, konsep, prinsip, dan keterampilan matematis yang ada pada suatu kelompok bangsa, suku adat, atau kelompok masyarakat lainnya.

Menurutnya, mengkaji budaya melalui etnomatematika merupakan upaya untuk tidak melupakan sejarah. Dengan mengetahui apa yang dimiliki masyarakat di masa lampau dapat menjadi upaya untuk mengetahui apa yang bisa dilakukan generasi penerus bangsa ke depan.

“Dilihat kembali kita ada di mana, kita punya apa dari zaman dulu yang harus dijaga, dilestarikan, karena kan menciptakan itu tidak mudah,” ujar Prof. Budi.

Prof. Budi juga menilai bahwa pendekatan Etnomatematika dapat digunakan untuk pembelajaran matematika di tingkat dasar. Etnomatematika dinilai dapat digunakan oleh guru dan orang tua untuk membantu pemahaman konsep matematika dengan lebih mudah.

Dikatakan Prof. Budi, pembelajaran matematika berbasis etno dapat dikatakan sama dengan pembelajaran matematika realistik.

“Begitu digali di Indonesia banyak pembelajaran yang menggunakan etno itu dari budaya Indonesia,” kata Prof. Budi.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Budi juga berharap bahwa kajian etnomatematika dapat berkontribusi dalam peningkatan layanan pariwisata Indonesia.

Baca juga: Pemerintah Perlu Minimalkan Dampak Orang Pinggiran Akibat Pembangunan

“Tentunya diharapkan dapat berkontribusi pada layanan pariwisata  sesuai budaya dan kearifan lokal yang tersebar di wilayah Indonesia,” harapnya.(arm)*

Share this: