Menkeu Sri Mulyani Jelaskan Strategi Pemerintah dalam Pulihkan Ekonomi

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Arif Maulana)*

[unpad.ac.id] Menteri Keuangan atau Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengungkap berbagai strategi yang dilakukan pemerintah dalam upaya melakukan pemulihan dari situasi pandemi Covid-19. Tidak hanya berfokus pada pemulihan ekonomi, program yang dilakukan juga tetap memberikan perlindungan kepada masyarakat dari Covid-19.

“Pada dasarnya program pemulihan ekonomi nasional desainnya adalah melindungi rakyat dari sisi ancaman kesehatan, melindungi masyarakat dari tekanan sosial, melindungi usaha agar bangkit, serta melindungi sektor keuangan supaya bisa pulih kembali,” ungkap Sri Mulyani saat memberikan kuliah umum secara virtual di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Jumat (3/9) siang.

Ada tiga strategi utama dalam mengakselerasi pemulihan sosial-ekonomi. Tiga strategi itu meliputi intervensi kesehatan, upaya pemulihan sosial-ekonomi, hingga reformasi di tingkat struktural.

Sri Mulyani menilai, bidang kesehatan masih penting dilakukan intervensi pemerintah. Hal ini disebabkan, upaya pemulihan ekonomi masih dilakukan pada masa pandemi Covid-19. Karena itu, bidang kesehatan masih menjadi prioritas unutuk ditangani.

“Vaksinasi gratis tetap dilakukan, APBN membeli vaksin dan membiayai vaksinasi, semua unsur dimobilisasi untuk melakukan vaksinasi, dan berbagai perbaikan fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Strategi selanjutnya adalah melindungi masyarakat. Pemerintah telah mengucurkan sejumlah bantuan sosial kepada kelompok yang paling rentan, hingga membantu kelangsungan dunia usaha, dari UMKM hingga korporasi.

Tidak hanya penanganan yang bersifat kegawatdaruratan, pemerintah telah melakukan pekerjaan berat lainnya, yaitu memperbaiki fondasi ekonomi agar tetap bahkan semakin kompetitif dan produktif.

Lebih lanjut Sri Mulyani mengatakan, APBN menjadi instrumen paling depan dalam melakukan pemulihan ekonomi. APBN telah bekerja keras menjadi penarik sekaligus pendorong upaya pemulihan ekonomi Indonesia.

Harapannya, seluruh sektor, baik masyarakat, dunia usaha, hingga perbankan dapat pulih kembali. “Sesudah mereka pulih, APBN harus kembali disehatkan,” tuturnya.

Baca juga: Ajaran Islam Banyak Diadopsi oleh Hukum Indonesia

Kuliah umum bertajuk “Stabilitas Keuangan Nasional di Tengah Ketidakpastian Situasi Pandemi Covid-19” ini dihadiri oleh Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti dan dibuka secara resmi oleh Dekan FEB Unpad Prof. Nunuy Nur Afiah.*

Share this: