“Mutasi” Perguruan Tinggi di Tengah Disrupsi dan Pandemi Diperlukan

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita menjadi pembicara pada acara Silaturahmi Dewan Profesor “Pandemi dan Tridharma Perguruan Tinggi“ yang digelar secara hybrid, Sabtu (4/9). (Foto: Arif Maulana)*

[unpad.ac.id] Perkembangan teknologi digital yang begitu cepat turut mendukung perkembangan sistem edukasi. Era disrupsi sekaligus situasi pandemi pun mendorong sistem pendidikan untuk cepat beradaptasi.

“Pandemi ini dan perubahan disrupsi teknologi menurut saya merupakan game changer dalam kita melakukan proses edukasi,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr., SpM(K), M.Kes., PhD. pada acara Silaturahmi Dewan Profesor “Pandemi dan Tridharma Perguruan Tinggi“ yang digelar secara hybrid, Sabtu (4/9).

Untuk itu, Prof. Arief mengingatkan perlunya kebersamaan, termasuk para guru besar di lingkungan Unpad dalam mempersiapkan hal tersebut untuk keberhasilan para peserta didik. Jika tidak segera dipersiapkan, dapat berimbas pada kegagalan generasi di masa depan.

“Lambat kita merespons perubahan ini maka kita mempersiapkan kegagalan generasi di depan,” kata Prof. Arief.

Prof. Arief mengungkapkan, persiapan Unpad menjadi Hybrid University sudah dilakukan sebelum masa pandemi Covid-19. Munculnya pandemi semakin mendorong Unpad untuk terus beradaptasi dengan lingkungan yang terus berubah.

“Kalau virus saja bisa bermutasi maka seharusnya kita pun bisa berubah untuk bisa menyesuaikan diri dengan perubahan atmosfer di dalam proses pendidikan,” ujar Prof. Arief.

Lebih lanjut Prof. Arief mengatakan bahwa menciptakan inovasi dalam pendidikan hybrid, ini berarti tetap menjaga mutu kualitas pendidikan dan mencapai tujuan pendidikan.

“Ini bukan sekadar hanya memindahkan offline ke online, tetapi ada perubahan metodologi yang komprehensif dengan model hybrid ini sehingga tujuan dari kualitas pembelajaran akan tetap tercapai tetapi dengan model yang baru,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti mengatakan bahwa Unpad melakukan transformasi pendidikan untuk mengantarkan mahasiswa menjadi lulusan yang mampu membentuk masa depan.

Baca juga: FH Unpad dan Direktorat Jenderal Bea Cukai Gelar Pelatihan “Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa di Lingkungan Pemerintahan”

Terlebih menghadapi society 5.0, yang ditandai dengan terjadinya integrasi teknologi dengan kehidupan sehari-hari, akan mampu menciptakan nilai tambah dan layanan baru untuk memberi manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan.

“Kita yakin masa pendidikan akan terlihat cerah asalkan kita bergerak cepat dengan agile, kelincahan, nah itu semua akan memudahkan Unpad mewujudkan visi, yaitu Unpad yang bereputasi dunia dan berdampak atau bermanfaat bagi masyarakat melalui tridarma dan berbagai inovasi dengan tetap menjaga nilai luhur Unpad,” kata Rektor.

Terkait riset, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Prof. Dr. Ir. Hendarmawan, M.Sc., mengatakan bahwa pola hybrid dapat turut menguatkan riset dan inovasi, terutama dalam upaya internasionalisasi.

Hybrid ini memudahkan kita dalam global networking,” kata Prof. Hendarmawan. Silaturahmi ini dihadiri oleh para guru besar di lingkungan Unpad. Acara juga diisi dengan penampilan Grup Kacapi Guru Besar, band d’G-Bees, serta band Rachana.(arm)*

Share this: