Rektor Binus Prof. Harjanto Prabowo: Transformasi Digital Buat Perguruan Tinggi Makin “Lincah”

harjanto prabowo
Rektor Binus University Prof. Harjanto Prabowo menyampaikan orasi ilmiah pada Acara Peringatan Dies Natalis ke-64 Unpad secara virtual, Sabtu (11/9).*

[unpad.ac.id] Rektor Binus University Prof. Harjanto Prabowo mengatakan bahwa pandemi telah menunjukkan adanya cybernetic space, yaitu batas antara dunia nyata dan dunia virtual semakin kabur bahkan terjadi interaksi antara keduanya. Untuk itu, perguruan tinggi perlu melakukan transformasi.

“Perguruan tinggi sebagai satu entitas yang lengkap mewakili masyarakat di dalamnya perlu melakukan transformasi seperti yang dicanangkan oleh Universitas Padjadjaran,” kata Prof.Harjanto saat menyampaikan orasi ilmiah pada Acara Peringatan Dies Natalis ke-64 Unpad secara virtual, Sabtu (11/9).

Menurut Prof. Harjanto, tujuan penting dari transformasi digital yang diakukan perguruan tinggi bukan hanya menghasilkan lulusan dengan kompetensi baru serta optimalisasi sumber daya, tetapi juga mengembangkan budaya dan menghasilkan produk serta layanan baru.

“Mengembangkan budaya baru dalam melakukan aktivitas yang utama, tridarma perguruan tinggi, membangun learning experience, stakeholders experience yang luar biasa, dan pada akhirnya perguruan tinggi bisa menghasilkan produk dan layanan baru yang tidak pernah terpkirkan selama ini,” kata Prof. Harjanto.

Selain itu, transformasi digital dapat membuat perguruan tinggi menjadi lebih lincah. Prof. Harjanto menilai kelincahan (agility) merupakan hal penting saat ini bagi perguruan tinggi, termasuk Unpad.

Agility menjadi sangat penting terutama bagi Unpad yang sudah menjadi perguruan tinggi yang sangat besar,” ujarnya.

Dikatakan Prof. Harjanto Prabowo, transformasi perguruan tinggi di cybernetic space sejalan untuk mencapai hybrid university.

Pembelajaran hybrid, menjadi salah satu bagian dari hybrid university. Menurut Prof. Harjanto, selain infrastruktur yang memadai, dibutuhkan juga kedekatan serta literasi mahasiswa dan dosen dalam teknologi untuk mendukung jalannya pembelajaran hybrid.

Selain pembelajaran hibrida, bagian lain dari hybrid university di antaranya adalah hybrid tridarma, hybrid layanan, hybrid living, dan smart campus.

Hybrid university memberikan juga kesempatan kepada kita sebuah kampus yang tidak hanya melaksanakan tridarma saja, tapi juga menjadi tempat dimana terjadi peningkatan produktivitas, social networking, wellness, dan sebagainya,” kata Prof. Harjanto.

Baca juga: Mengungkap Istilah Sunda dalam Ilmu Kebumian

Prof. Harjanto Prabowo mengatakan bahwa untuk bisa melakukan transformasi digital, perlu memperhatikan organisasi masa depan. Di dalamnya ada connected workforce, semangat intrapreneural, inovasi terus menerus, kemampuan beradaptasi secara cepat, dan kemampuan story telling untuk meyakinkan para stakeholders mengenai transformasi yang dilakukan. Selain itu, perguruan tinggi juga perlu mempersiapkan model bisnisnya.

“Saya percaya Unpad akan menjadi salah satu contoh dan yang memulai terjadinya transformasi ini,” kata Prof. Harjanto Prabowo.(arm)*

Share this: