Temuan Artefak Jadi Bukti Tatar Sunda Miliki Masa Prasejarah

masa prasejarah Sunda
Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Reiza D. Dienaputra, M.Hum., menjadi pembicara pada acara Keurseus Budaya Sunda “Sajarah Sunda, ti Bihari ka Kiwari” yang digelar Pusat Digitalisasi dan Pengembangan Budaya Sunda Unpad secara virtual, Rabu (1/9).*

[unpad.ac.id] Sebagai salah satu kebudayaan besar di Indonesia, Tatar Sunda memiliki riwayat perjalanan sejarah yang panjang. Salah satu yang menjadi pembeda dengan wilayah lainnya adalah Tatar Sunda memiliki banyak bukti masa prasejarah.

Menurut Guru Besar Departemen Sejarah dan Filologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Reiza D. Dienaputra, M.Hum., sejarah Tatar Sunda dibagi ke dalam dua babak besar, yaitu masa prasejarah dan masa sejarah. Adanya dua babak besar sejarah ini menjadi keunikan tersendiri dari Tatar Sunda.

“Tidak semua provinsi di Indonesia mengalami dua pembabakan sejarah ini. Tidak semuanya mengalami masa prasejarah,” ungkap Prof. Reiza saat menjadi pembicara pada acara Keurseus Budaya Sunda “Sajarah Sunda, ti Bihari ka Kiwari” yang digelar Pusat Digitalisasi dan Pengembangan Budaya Sunda Unpad secara virtual, Rabu (1/9).

Prof. Reiza memaparkan, bukti bahwa Tatar Sunda mengalami masa prasejarah terlihat dari beberapa artefak. Tidak hanya di satu wilayah, artefak ditemukan di beberapa wilayah, di antaranya Cianjur, Sukabumi, Kuningan, dan Ciamis.

Umumnya, bukti masa prasejarah Sunda yang sudah terungkap sebagian besar merupakan batu-batuan. Prof. Reiza menganalisis, bukti batuan itu mencirikan bahwa tinggalan tersebut berasal dari zaman batu, atau ketika masa Paleolitikum, Mesolitikum, Neolitikum, Megalitikum, hingga zaman perunggu.

“Zaman prasejarah itu dikenal sebagai zaman sebelum mengenal tulisan. Maka yang berupa sejarah itu lebih kepada sumber-sumber benda saja. Umumnya yang kita temukan adalah artefak berbentuk batu,” paparnya.

Prof. Reiza meyakini bahwa masih banyak wilayah di Jawa Barat yang memiliki artefak di masa prasejarah. Beberapa wilayah di kota/kabupaten di Jawa Barat mengklaim memiliki bukti-bukti baru dari masa prasejarah Sunda. Namun, temuan tersebut masih perlu dilakukan diskusi dan penelitian lebih lanjut.

Baca juga: Mengkhidmati Momentum Wisuda Daring

“Kita harus hati-hati karena tidak semua batu adalah tinggalan prasejarah. Harus ada penelitian yang betul-betul,” ucap Prof. Reiza.*

Share this: