Rencana Pendirian Rumah Sakit Khusus Jantung, Otak, dan Onkologi Pertamina-Unpad Berlanjut

rumah sakit khusus jantung
Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Rina Indiastuti bertemu dengan Direktur Utama Pertamedika IHC Fathema Djan Rachmat di Ruang Serba Guna Gedung Rektorat Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Selasa (26/10/2021). Pertemuan membahas rencana pendirian rumah sakit khusus jantung, otak, dan onkologi kerja sama Unpad dengan Pertamedika IHC. (Foto: Arif Maulana)*

[Kanal Media Unpad] Rencana pendirian rumah sakit khusus jantung, otak, dan onkologi kerja sama Universitas Padjadjaran dengan PT. Pertamina Bina Medika (Pertamedika IHC) semakin menguat. Jika rencana ini bisa terwujud, ini akan menjadi rumah sakit spesialis jantung, otak, dan onkologi yang bisa dimanfaatkan masyarakat Kota Bandung.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Pertamedika IHC Fathema Djan Rachmat saat melakukan pertemuan dengan Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti di Ruang Serba Guna Gedung Rektorat Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Selasa (26/10/2021). Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah direksi Pertamedika IHC, pimpinan, serta pengelola Klinik Kesehatan Unpad.

Fathema menjelaskan, semula kerja sama Unpad dengan Pertamedika difokuskan untuk pengembangan rumah sakit khusus jantung. Namun, seiring dengan kebutuhan akan rumah sakit spesialis di Kota Bandung, rumah sakit ini kemudian juga dikembangkan untuk pelayanan jantung, otak, dan onkologi.

Rencananya, RS Pertamina-Unpad ini akan dikembangkan menjadi rumah sakit umum dengan kapasitas minimal 200 kamar. Gedung rumah sakit lima lantai dengan luas 9.000 meter persegi ini akan berdiri di lahan yang dikelola Unpad.

Agar kerja sama ini bisa semakin matang, Fathema mengusulkan untuk membentuk tim lanjutan yang akan menyepakati berbagai proses yang akan dihadapi, seperti masalah perizinan, pembagian dividen, hingga operasional rumah sakit.

“Tim ini nanti yang akan merumuskan draf Perjanjian Kerja Sama,” kata Fathema.

Rencana pendirian rumah sakit khusus jantung, otak, dan onkologi ini direspons positif oleh Rektor. Hadirnya rumah sakit ini tidak hanya bermanfaat bagi Unpad, tetapi juga memberikan kemaslahatan bagi warga Kota Bandung.

“Sehingga warga Bandung tidak perlu lagi pergi ke Jakarta untuk mendapatkan pelayanan jantung,” ujar Rektor.

Baca juga: Jumlah Peternak Milenial di Jabar Perlu Ditingkatkan

Bagi Unpad, hadirnya rumah sakit ini juga menjadi wahana pendidikan baru untuk bidang kedokteran. Diakui rektor, saat ini wahana untuk pendidikan kedokteran khususnya di bidang spesialis memiliki keterbatasan. Dengan demikian, hal ini menjadi dorongan bagi Unpad untuk melakukan pengembangan akademik di sektor kesehatan.

Senada dengan Fathema, Rektor mengatakan, berbagai kesepakatan dalam hal joint venture, benefit dari penyediaan wahana pendidikan, dividen, dan operasional perlu disepakati melalui dokumen yang resmi. Dokumen tersebut akan menjadi pertimbangan di Kemendikbudristek, mengingat pendirian rumah sakit tersebut dilakukan di lahan yang dikelola institusi pendidikan.

“Adanya dokumen yang baik akan menyisakan risiko yang sedikit di kemudian hari,” kata Rektor.*

Share this: