Khanha Shandhika, Dalang Muda dengan Segudang Prestasi

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Khanha Shandhika (kedua dari kiri) meraih Juara Pinilih I kategori Dalang dalam ajang “Binojakrama Padalangan 2021″ yang digelar di Sukabumi, 15-17 November 2021 lalu.”

[Kanal Media Unpad] Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Khanha Shandhika meraih Juara Pinilih I kategori Dalang dalam ajang “Binojakrama Padalangan 2021″ yang digelar di Sukabumi, 15-17 November 2021 lalu. Sebagai peraih juara pertama, ia berhak memboyong piala bergilir “Bokor Emas Astagina”.

Khanha yang saat ini berusia 18 tahun menjadi peserta termuda pada Binojakrama Padalangan 2021. Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi tersebut tampil sebagai perwakilan Kabupaten Bandung.

“Alhamdulillah saya juga sebagai dalang termuda yang mendapat juara I sepanjang sejarah Binojakrama,” ujar Khanha saat dihubungi Kanal Media Unpad.

Pada ajang tersebut, setiap peserta diminta untuk tampil selama satu jam membawakan galur carita wayang. Khanha tampil dengan  membawa lakon “Karna Tanding”.

“Karena lakon ‘Karna Tanding’ memuat dramatisasi yang tinggi, pengolahan cerita yang sangat kaya. Yang pertama untuk melatih kemampuan dalam penjiwaan tokoh wayang, yang kedua memang lakon ini ibarat jantungnya cerita Mahabharata – Baratayuda,” ungkap Khanha mengenai alasannya membawa lakon tersebut.

Keluarga Dalang

Aksi Khanha Shandika saat membawakan lakon “Karna Tanding”.*

Dunia pedalangan memang bukan hal yang baru bagi Khanha Shandhika. Sejak usia tiga tahun, Khanha sudah diperkenalkan dengan wayang golek. Keluarga besarnya memang banyak yang berprofesi sebagai dalang dan seniman Sunda.

Selama ini, ia banyak mendapat pelatihan dari kakak dan pamannya yang juga dalang. Khanha merupakan cucu dari salah seorang maestro dalang di Indonesia alm. Ade Kosasih Sunarya.

Bagi Khanha, menjadi dalang juga berarti melestarikan budaya. Ia pun ingin generasi muda lebih mengenal wayang golek.

“Harapan yang terbesar saya adalah ingin membawa kesenian wayang golek dikenal kembali oleh generasi muda, generasi milenial. Istilahnya budaya Sunda itu henteu paremeun obor, tetap berada di keadiluhungan-nya ,” harap Khanha.

Baca juga: Unpad Masuk 9 Perguruan Tinggi Indonesia Terbaik Versi THE Asia University Rankings 2021

Ia juga berharap generasi muda dapat mengapresiasi setiap seni tradisi yang ada, khususnya di Jawa Barat. Generasi muda pun perlu berperan dalam melestarikan budaya.

“Karena kalau bukan dilestarikan oleh kita, ya oleh siapa lagi? Karena martabat suatu bangsa bisa diukur dari budayanya. Kalau budayanya hancur maka bangsanya pun akan rusak,” ujar Khanha.

Dalang dan Komunikasi

Selain mengenalkan budaya, Khanha Shandhika juga menilai bahwa menjadi dalang juga berarti memperluas relasi. Apalagi, ia sudah tampil di sejumlah daerah di dalam dan luar negeri.

Sejumlah prestasi pun pernah diraih Khanha, di antaranya Juara Garap Sabet tingkat Jabar 2013, Juara I Dalang Rancage Satatar Sunda 2016, Penyaji Terbaik Non Rank Festival Dalang Nasional 2018, dan peraih  Penghargaan kategori Budaya sebagai Dalang Berprestasi di Sabilulungan Award 2019.

Bukan hanya itu, Khanha juga kerap meraih prestasi di luar dalang, seperti pada kompetisi baca tulis sajak, mendongeng, pidato, sisindiran, dan ceramah.

Mengenyam pendidikan di Ilmu Komunikasi, Khanha pun ingin memepertajam kompetensinya di dunia public speaking. Menurutnya, dalang sangat identik dengan komunikasi.

“Dalang itu identik dengan komunikasi, entah itu penjiwaan atau komunikasi tokoh wayang  1 dan wayang  2, juga komunikasi ketika dalang membaca situasi kondisi yang ada di sekitar panggung, penguasaan panggungnya,” ujar Khanha.

Ke depannya, selain akan terus meningkatkan kompetensi, Khanha juga ingin mengenalkan dan menyebarkan wayang golek ke generasi muda khususnya yang ada di Unpad.(arm)*

Share this: