Unpad dan Pemkab Sumedang akan Kembangkan Kawasan Sains dan Teknologi di Cilembu

cilembu
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman dalam acara Focus Group Discussion KST Cilembu yang digelar di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Selasa (23/11/2021).*

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran melalui Institut Pembangunan Jawa Barat (Injabar) bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang sepakat mengembangkan Kawasan Sains dan Teknologi di Desa Cilembu dan Desa Haurngombong, Pamulihan, Sumedang.

Direktur Injabar Unpad Prof. Dr. Keri Lestari mengatakan, pengembangan KST di Sumedang merupakan salah satu upaya mereaktivasi ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Dua desa tersebut akan dikembangkan menjadi kawasan ekonomi eksklusif yang berdasarkan penelitian memiliki potensi ekonomi yang baik dari segi pertanian, perikanan, dan pariwisata.

“Itu macam-macam reaktivasi ekonomi disana, kami Injabar Unpad bersama tim riset Unpad terdiri dari Fapet, Faperta, Fakultas MIPA, FEB, dan Fakultas Farmasi semua melihat adanya satu potensi agrobisnis, dan agrowisata,” ujar Prof. Keri dalam acara Focus Group Discussion KST Cilembu yang digelar di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Selasa (23/11/2021).

Prof. Keri menjelaskan, di KST tersebut, nantinya akan dipertemukan para pelaku bisnis dari sisi agroteknologi yang diintegrasikan dengan beragam teknologi terbaru dari Fakultas MIPA.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Unpad Prof. Hendarmawan mengatakan, Unpad sangat mendukung rencana pengembangan KST bersama Pemkab Sumedang.

“Mudah-mudahan kegiatan ini akan terus berlanjut, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” kata Prof. Hendarmawan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman mengatakan, tahap awal KST Cilembu ini akan memfokuskan pada pengembangan sektor pertanian dan peternakan. Selain pengembangan ubi Cilembu, pihaknya juga akan mengembangkan domba Padjadjaran yang merupakan varietas domba unggulan hasil riset Fakultas Peternakan Unpad.

Diharapkan, pengembangan KST ini dapat menjadi contoh baik kolaborasi akademisi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat di Indonesia. “Kita akan eksekusi akhir Desember, dengan harapan awal Januari sudah bisa operasional,” kata Herman.(rilis)*

Baca juga: Prof. Mochtar Kusumaatmadja Layak Jadi Pahlawan Nasional

Share this: