Angkat Potensi Gadung, Mahasiswa Teknologi Pangan Unpad Raih Juara di Selandia Baru

Tim mahasiswa [Kanal Media Unpad] Tim mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran berhasil meraih juara II kompetisi internasional secara virtual di Selandia Baru, Kamis (27/1/2022).*

[Kanal Media Unpad] Tim mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran berhasil meraih juara II kompetisi internasional NZIFST-Rose Spiess Video Competition 2021 “A Sustainable Food System” secara virtual di Selandia Baru, Kamis (27/1/2022).

Kompetisi internasional yang diselenggarakan The New Zealand Institute of Food Science and Technology-Rose Spiess Foundation ini merupakan kompetisi ide dan inovasi untuk menjaga lingkungan, mengurangi polusi, memproduksi makanan cukup, hingga mengakhiri kelaparan anak yang disampaikan melalui media video.

Kompetisi yang diikuti mahasiswa dan peneliti dari sejumlah negara, yaitu Amerika Serikat, Jerman, Indonesia, Nigeria, dan Costa Rica.

Pada kompetisi tersebut, tim mahasiswa Teknologi Pangan Unpad terdiri dari Miswa Salza Kirana Zaenal Putri (ketua), Aditya Nugraha, Livia Khalishta Afifah, dan Marini Rizka Nadia Rudiyanto Putri, serta dosen pembimbing Dr. Aldila Din Pangawikan, M.Sc.

Keempatnya mengangkat ide pemanfaatan tanaman gadung (Dioscorea hispidadents) sebagai makanan pokok dan bioherbisida di wilayah Majalengka, Jawa Barat.

Dalam rilis yang diterima Kanal Media Unpad dijelaskan, dari hasil pengamatan, Miswa dan tim menemukan bahwa gadung memiliki beberapa keunggulan yang bisa dimanfaatkan.

Sebagai pangan, gadung dapat dimanfaatkan menjadi makanan pokok keluarga. Hal ini disebabkan kandungan karbohidrat yang tinggi pada gadung sehingga dapat digunakan sebagai makanan pengganti nasi.

Tanaman ini mudah ditanam, bahkan kerap tumbuh liar di alam. Hal ini menjadikan gadung cocok menjadi makanan pada kondisi darurat.

Selain sebagai pangan, gadung juga mampu mengurangi polusi dan dimanfaatkan dalam pertanian. Racun kalium sianida dalam gadung dapat digunakan sebagai bioherbisida, sehingga mengurangi pemakaian pestisida kimia dan limbah cair yang dapat merusak lingkungan.

“Optimalisasi Gadung dapat menjadi langkah untuk memenuhi SDGs nomor 2, khususnya Zero Hunger dan SDGs nomor 12, konsumsi dan produksi bertanggung jawab yang bertujuan untuk memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan,” kata Miswa.

Gagasan berjudul ”Sustainability of Gadung Tuber (Dioscorea hispidadents) Utilization of Food and Bio-Herbicide in Majalengka, Jawa Barat, Indonesia” divisualkan ke dalam video yang dikirimkan ke panitia pada November 2021 lalu.(rilis)*

Share this: