Ocean Young Guards FPIK Unpad Ajak Siswa SD Semai Mangrove di Pantai Mundu

Para siswa SDN 3 Mundu Pesisir antusias mengikuti kegiatan persemaian mangrove yang dilakukan komunitas Ocean Young Guards (OYG) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran di kawasan pesisir pantai Mundu, Kabupaten Cirebon, 18 – 19 Januari lalu.*

[Kanal Media Unpad] Komunitas Ocean Young Guards (OYG) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Forum Anak Kabupaten Cirebon menggelar kegiatan “Ocean Young Guards” di kawasan pesisir pantai Mundu, Kabupaten Cirebon, 18 – 19 Januari lalu.

Kegiatan digelar untuk mendorong generasi muda, khususnya di kawasan pesisir pantai, memiliki karakter konservasionis. Di pantai Mundu sendiri, tutupan hutan mangrove mengalami penurunan jumlah dan kualitas akibat pemanfaatan kayu mangrove, pembukaan tambak, hingga pencemarah sampah. Padahal, kawasan ini memiliki nilai strategis bagi sektor perikanan dan kelautan di Cirebon.

Ada tiga agenda utama dari kegiatan OYG di pantai Mundu, yaitu “Perangi Jejak Karbon (Pajak)”, “Jaga Laut dari Sampah (Jalapah)”, dan “My Own Mangrove”. Kegiatan diikuti para siswa SDN 3 Mundu Pesisir.

“Ketiga agenda tersebut di dalamnya berisikan pengenalan dan pemahaman ketiga ekosistem laut dan pesisir (mangrove, lamun, dan terumbu karang) beserta permasalahannya serta pelaksanaan bersih pantai, pembuatan ecobrick, dan persemaian mangrove,” kata salah satu panitia OYG Fajar A. dalam rilis yang diterima Kanal Media Unpad.

Persemaian mangrove sendiri dilakukan bersama Nursin, pimpinan ekowisata mangrove di pesisir pantai Mundu, serta sejumlah pimpinan instansi pemerintahan dan tokoh masyarakat setempat.

“Para generasi muda harus paham betul dengan pentingnya mangrove di sekitar pesisir, karena itu saya sangat berterima kasih kepada Ocean Young Guards yang telah memilih dan mempercayai tempat kami untuk proyek sosial ini,” ungkap Nursin.

Para siswa juga dibacakan buku edukasi ilustrasi berjudul “Si Bakau” yang diterbitkan sendiri oleh komunitas OYG. Edukasi dari buku yang telah mendapatkan ISBN ini dikemas dengan metode fiktif. Namun di dalamnya tersirat pengetahuan mengenai manfaat ekosistem mangrove beserta ancaman dan cara pelestariannya.

Komunitas OYG digagas oleh dua mahasiswa FPIK Unpad, yaitu Aidin Fitrah Bachtiar dan Rahmatryani Aprilia. Ide OYG berhasil memenangkan kompetisi proposal proyek sosial bidang lingkungan ICN Conference 2021 di Universitas Prasetya Mulya pada 2021 lalu.

Tidak berhenti di ide dan proposal,  Aidin, dengan pembimbing Dr. rer. nat Santi R. Anggraeni mengajak beberapa mahasiswa FPIK lainnya yang memiliki visi serupa untuk mewujudkan ide tersebut menjadi aksi nyata.(rilis)*

Share this: