Dosen Unpad Kembangkan Aplikasi Pengolah Data Statistik Berbasis Web

Dosen Unpad pengembang aplikasi "Unpad SAS",
Dosen Unpad pengembang aplikasi “Unpad SAS”, Mustofa Haffas, S.H., M.Kom., dan Dr. Ratna Jatnika, M.T. (Foto: Direktorat Inovasi dan Korporasi Unpad)*

[Kanal Media Unpad] Tim dosen Universitas Padjadjaran mengembangkan aplikasi perangkat lunak untuk pengolahan data statistik berbasis website. Aplikasi bernama “Unpad SAS” (Seri Analisis Statistik) diharapkan dapat mengurangi penggunaan software pengolah data statistik bajakan sekaligus solusi penggunaan aplikasi yang tidak terlalu mahal.

Aplikasi Unpad SAS dikembangkan peneliti utama Dosen Fakultas Hukum Mustofa Haffas, S.H., M.Kom., beserta Dosen Fakultas Psikologi Dr. Ratna Jatnika, M.T., dengan dibantu tim pengembang lainnya.

Dikutip dari laman Inovasi dan Korporasi Unpad, Ratna memaparkan, pengembangan aplikasi ini didasarkan atas keprihatinan terhadap maraknya penggunaan software pengolahan data statistik bajakan.

Hal ini disebabkan, umumnya software khusus Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) asli harganya cenderung mahal. Untuk itu, Unpad SAS dikembangkan untuk memfasilitasi dosen, mahasiswa, maupun peneliti yang membutuhkan aplikasi olah data statistik dengan tidak dibebankan biaya mahal.

Penggunaan nama Seri Analisis Statistik sendiri berkaitan dengan pembuatan software yang dikembangkan secara modular. Artinya, Unpad SAS terdiri dari kumpulan modul analisis untuk keperluan pengolahan data yang diintegrasikan dalam satu platform khusus.

Ratna menjelaskan, aplikasi website ini merupakan pengembangan dari sebelumnya berbasis Windows. Proses migrasi ke website sendiri direncanakan akan rampung dalam dua tahun. Saat ini, proses migrasi sudah berjalan selama satu tahun.

Ada beberapa kelebihan dari aplikasi berbasis website. Pengguna tidak direpotkan untuk melakukan instalasi di perangkat komputer. Cukup mengakses laman Unpad SAS, aplikasi ini dapat langsung digunakan.

Lebih lanjut Mustofa menjelaskan, penggunaan Unpad SAS sendiri tidak jauh berbeda dengan software pengolah data statistik yang beredar di pasaran. “Cara penggunaannya yaitu bisa dikatakan 90% sama dengan SPSS atau aplikasi-aplikasi statistik yang lain,” ujar Mustofa.

Dengan cara penggunaan yang sama diharapkan memudahkan pengguna untuk mengoperasikan aplikasi ini. Kendati demikian, bagi pengguna yang masih kesulitan, tim sudah menyediakan buku panduan yang bisa diunduh gratis di laman Unpad SAS. Buku tersebut berisi panduan dalam menggunakan aplikasi tersebut.

Selain itu, Unpad SAS juga dilengkapi dengan tambahan fitur lain, seperti mengutamakan metode analisis yang tidak ada dalam SPSS. “Di sini mahasiswa terbiasa menggunakan SPSS, ketika mereka tidak mendapatkan fitur yang diperlukan di dalam SPSS, mereka bisa mendapatkan di Unpad SAS,” sambung Mustofa.

Fitur lain yang disediakan berupa database untuk penyimpanan hasil olahan data yang sudah dianalisis. Dengan demikian, pengguna tidak perlu mengulang kembali proses pengolahan data. Software ini juga sudah didukung oleh ID DDNS (ID Dynamic DNS) sehingga laman Unpad SAS ini memiliki alamat IP yang dinamis tetapi tetap dapat diakses.*

Share this: