Ahli Gizi Unpad: Sarapan Dibutuhkan agar Optimal Hadapi Ujian

Peserta UTBK-SBMPTN 2022 sudah tiba di lokasi ujian di Gedung Fakultas Farmasi Pusat UTBK Unpad, Jatinangor, Selasa (17/5/2022) pukul 5.20 WIB. Kendati pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2022 sudah dimulai pada pukul 6.45 WIB, peserta sebaiknya melakukan sarapan terlebih dahulu. (Foto: Dadan Triawan)*

[Kanal Media Unpad] Peserta UTBK-SBMPTN 2022 seyogianya mempersiapkan diri sebelum menghadapi ujian. Salah satu yang perlu dilakukan adalah sarapan. Ahli Gizi Universitas Padjadjaran dr. Siska Wiramihardja, Sp.GK., M.Kes., menjelaskan, sarapan sebelum melaksanakan ujian bukan sekadar membuat kenyang, tetapi memiliki manfaat besar bagi tubuh.

Siska menjelaskan, ada dua peran utama sarapan bagi tubuh. Pertama sebagai sumber energi bagi otak. Makan pagi menyediakan zat gizi utama yang dibutuhkan otak setelah habis berpuasa melalui istirahat di malam hari.

“Sarapan dapat meningkatkan fungsi kognitif otak, lebih konsentrasi dan fokus yang memungkinkan performa ujian menjadi lebih optimal,” tutur Siska kepada Kanal Media Unpad.

Peran kedua adalah melindungi tubuh dari penyakit. Siska menjelaskan, di masa transisi pandemi menuju endemi, peserta ujian membutuhkan imunitas tubuh yang optimal saat melakukan ujian luring. Salah satu upaya meningkatkan imunitas tubuh adalah menerapkan pola gizi seimbang sesuai rekomendasi WHO.

Kemenkes RI sendiri memasukan sarapan sebagai salah satu dari sepuluh pesan gizi seimbang. Ini didasarkan, makan pagi menyediakan sekitar 20 persen dari kebutuhan nutrisi harian, sehingga asupan energi, vitamin, dan mineral dapat lebih terpenuhi.

Hal ini memungkinkan tubuh untuk dapat melakukan fungsinya secara optimal, termasuk di antaranya meningkatkan imunitas tubuh.

Lebih lanjut Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Unpad tersebut mengatakan, selain dua fungsi di atas, sarapan membantu menjaga suasana hati (mood) sehingga tidak mudah emosi dan tetap tenang selama menjalani ujian.

“Sarapan juga membantu mencapai/menjaga berat badan ideal sehingga dapat menurunkan risiko berbagai penyakit,” terangnya.

Efek Mengabaikan Sarapan

dr. Siska Wiramihardja, Sp.GK., M.Kes.*

Jika peserta melewatkan waktu sarapan, ada sejumlah dampak yang ditimbulkan dan berakibat pada terganggunya performa saat ujian.

Beberapa dampak yang ditimbulkan ketika mengabaikan sarapan adalah lambung menjadi kosong terlalu lama. Hal ini akan memicu meningkatnya asam lambung sehingga dapat menimbulkan mual, dan muntah.

Asupan gizi ke tubuh juga akan berkurang, sehingga kadar gula darah menjadi sangat rendah. “Pada kondisi tertentu dapat menimbulkan gejala timbul keringan dingin, mata berkunang-kunang, lemas, bahkan pingsan,” tutur Siska.

Siska mengatakan, sejumlah penelitian menunjukkan, mereka yang melewatkan sarapan memiliki kadar hormon stres lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang melakukan. Selain itu, melewatkan sarapan dapat mengganggu suasana hati dan menurunkan produktivitas.

Bagi peserta yang sedang menjalani program penurunan berat badan, melewatkan sarapan bukanlah hal bijak. Hal ini akan memudahkan peserta untuk tergoda mengonsumsi makanan olahan tinggi kalori pada jam makan berikutnya.

“Hal ini makin meningkatkan risiko obesitas dan penyakit tidak menular seperti jantung, diabetes, dan lain-lain,” ucap Siska.

Biasakan Sarapan Seimbang

Agar proses UTBK-SBMPTN dapat dihadapi dengan baik, sarapan wajib dilakukan peserta. Sesuai rekomendasi Kemenkes RI, makan pagi sebaiknya memenuhi pola gizi seimbang dan tidak berlebihan.

Siska memaparkan, menu sarapan ideal sebaiknya mengandung bahan makanan sumber karbohidrat (pilihan makanan: nasi, tim, bubur, lontong, kentang, ubu, singkong, jagung, mi, atau roti), bahan makanan sumber protein hewani dan nabati (telur, ayam, ikan, daging, susu, kacang-kacangan, tahu, hingga tempe), serta serat dari sayuran dan buah-buahan.

Ketiga bahan makanan tersebut wajib ada dalam menu makan pagi. Buah-buahan sendiri dapat menjadi makanan atau minuman penutup atau dapat dikonsumsi sebagai camilan selepas menjalani ujian.

“Bagi penyuka sereal, dapat memilih rolled oat dengan kandungan kacang dan buah-buahan, dikonsumsi dengan yoghurt/susu, atau dengan salad sayuran,” terangnya.

Peserta sebaiknya menghindari menu sarapan yang tidak lengkap. “Makan dengan menu tidak lengkap sebaiknya dihindari. Misal hanya minum susu saja, tanpa ada sumber karbohidrat atau serat, atau hanya makan roti/kue/mi saja tanpa ada bahan makanan sumber protein dan serat,” pungkasnya.*

Share this: