Wujudkan Lingkungan Inklusif, Mahasiswa Prodi Humas Unpad Kenalkan Bisindo Lewat Webinar

Tutor Tuli dari platform Parakerja mengajarkan Bisindo dalam webinar dan workshop Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) bertajuk “Merangkul Hingga Setara”yang digelar Mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran secara virtual, Minggu (19/6/2022).*

Kanal Media Unpad] Mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran mengadakan webinar dan workshop Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) bertajuk “Merangkul Hingga Setara” secara virtual, Minggu (19/6/2022).

Kegiatan yang digelar mahasiswa Humas dalam “Setara Project” ini membahas mengenai aksesibilitas teman tuli di sektor pendidikan sekaligus memperkenalkan dunia dan budaya tuli lengkap dengan pembelajaran Bisindo. Acara ini menghadirkan pemateri dari platform Parakerja.

“Setara Project hadir untuk dapat memberikan pengetahuan dan meningkatkan awareness terhadap kesetaraan bagi masyarakat yang mempunyai disabilitas, terutama penyandang Tuli di lingkungan sekitar kita. Tim dari Setara Project memiliki concern dan beriktikad untuk belajar bersama-sama agar bisa meningkatkan empati dan lingkungan yang inklusif di sekitar kita,” ungkap Alyssa Shafa Zahra, sebagai Project Officer dalam sambutannya sekaligus memperkenalkan kegiatan ini.

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 100 peserta  ini terdiri dari dua rangkaian kegiatan. Kegiatan pertama adalah webinar yang menghadirkan pembicara CEO Parakerja Rezki Achyana. Pada kesempatan tersebut Rezki membahas mengenai permasalahan tuli dilihat dari sudut pandang teman dengar.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi workshop Bisindo. Workshop ini diisi dengan penjelasan dunia Tuli, serta materi Bisindo mengenai alfabet, ucapan sebutan waktu, berbagai ucapan sehari-hari, dan kalimat memperkenalkan diri yang dipandu langsung oleh Tutor Tuli dari Parakerja yaitu Fenie Aulia.

“Terima kasih atas kehadiran Sobat Setara semua, semoga kedepannya semakin semangat untuk menambah wawasan mengenai dunia Tuli, semakin semangat juga untuk mempelajari bahasa isyarat Indonesia, dan menjadi juru bahasa isyarat, agar dapat memberikan akses dan membantu teman-teman tuli,” ujar Fenie.(rilis)*

Share this: