Investasi Digital Perkokoh Perekonomian Nasional

Para pembicara kunci
Para pembicara kunci Seminar Nasional Statistika Aktuaria (SNSA) I 2022 yang digelar Departemen Statistika Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran secara virtual, Sabtu (23/7/2022).*

[Kanal Media Unpad] Direktur Statistik dan Informasi Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Asep Suwondo mengatakan, investasi digital merupakan upaya memperkokoh perekonomian Indonesia. Karena itu, ia mengharapkan seluruh pihak terkait bersama-sama dengan OJK menyiapkan strategi untuk mendorong investasi digital.

“Strategi untuk memperkokoh perekonomian ini tidak hanya dapat dilakukan oleh pemerintah tetapi juga peran dari akademisi sangat signifikan untuk mendorong investasi digital,” kata Asep saat menjadi pembicara kunci pada Seminar Nasional Statistika Aktuaria (SNSA) I 2022 yang digelar Departemen Statistika Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran secara virtual, Sabtu (23/7/2022).

Asep menjelaskan, salah satu peran akademisi adalah menyiapkan tenaga ahli aktuaris. Aktuaris berperan penting dalam perusahaan asuransi. Beberapa peran tersebut antara lain mengembangkan produk berupa tarif permi nilai tunai dan dividen polis asuransi, ikut serta dalam pembuatan perjanjian, investasi, serta melakukan evaluasi produk dan memonitor kecukupan modal.

“Jumlah aktuaris di Indonesia terus tumbuh, lulusan Aktuaria banyak terserap dan bekerja di industri asuransi. Lulusan Aktuaria masih terbuka luas peluang untuk bekerja di industri keuangan dan asuransi,” kata Asep seperti dikutip dari laman FMIPA Unpad.

Ia pun mendorong perusahaan asuransi wajib mempekerjakan tenaga ahli aktuaris dalam jumlah yang cukup, sesuai dengan jenis dan usaha yang diselenggarakannya, serta memperhatikan kompleksitas usahanya.

Selain mendorong penyiapan tenaga ahli terampil, OJK juga memberikan perlindungan konsumen terhadap produk dan layanan digital yang ditawarkan oleh industri jasa keuangan di era digital. Pelindungan konsumen di antaranya layanan penerimaan aduan, penyelesaian sengketa konsumen, hingga monitoring perlindungan konsumen.

“OJK telah membentuk Satgas Waspada Investasi yang memiliki fungsi sebagai pencegahan melawan tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi,” kata Asep.

Pembicara lain, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Allo Bank Ganda Raharja Rusli mengatakan, investasi di era digital merupakan kegiatan penanaman modal untuk mendapatkan keuntungan di masa depan melalui platform daring.

Ia menilai, investasi di era digital merupakan investasi yang transparan, bisa dimonitor atau diakses kapan saja, masuk akal, dan likuid atau aset yang bisa diubah menjadi uang tunai tanpa mengurangi nilainya secara drastis.

Kepala Komisi Manajemen Risiko dan Investasi Persatuan Aktuaria Indonesia Yenie Rahardja menambahkan, salah satu cara mengelola dana agar tidak menjadi harta diam yang kurang efektif adalah dengan melakukan investasi.

Kendati demikian, setiap investasi pasti akan memiliki potensi timbulnya risiko. Risiko muncul karena adanya ketidakpastian yang tidak mungkin bisa dihindari.

Seminar Aktuaria ini dibuka secara resmi oleh Dekan FMIPA Unpad Prof. Dr. Iman Rahayu, M.Si. Menurut Prof. Iman, ilmu aktuaria sangat penting bagi masa depan. Karena itu, seminar ini menjadi momentum baik bagi mahasiswa untuk bertukar informasi mengenai bidang aktuaria. (rilis)*

Share this: