Lebih dari 100 Peserta dari 10 Negara Ikuti Hybrid Summer Program FTG Unpad

Perwakilan mahasiswa asing diarak mengikuti tarian penyambutan kegiatan “Hybrid Summer Program 2022” yang digelar Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran, Senin (1/8/2022). (Foto: Dadan Triawan)*

[Kanal Media Unpad] Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran menggelar kegiatan “Hybrid Summer Program 2022”, Senin (1/8/2022) hingga Selasa (9/8/2022). Kegiatan ini diikuti 101 peserta dari 10 negara yang mengikuti kegiatan secara daring, serta 13 peserta dari 3 negara yang mengikuti kegiatan secara luring.

Koordinator pada kegiatan Summer Program Dr. Eng. Santi Dwi Pratiwi, MRSc., mengatakan, kegiatan hybrid summer program tahun ini mengangkat tema “A Multidisciplinary Geoscience Approach to Cultural, Climate Change, and Sustainable Development”. Tema ini didasarkan atas meningkatnya dampak pemanasan global yang berakibat terjadinya berbagai macam bencana alam di belahan bumi, termasuk Indonesia.

Santi mengatakan, isu ini tidak hanya menjadi perhatian bagi Indonesia, tetapi juga seluruh negara di dunia untuk bersama merumuskan solusi global mengatasi dampak tersebut. Melalui kegiatan ini, FTG Unpad berupaya mengajak peserta dari berbagai negara dan berbagai disiplin ilmu untuk bersama  merumuskan isu global tersebut.

Selama sembilan hari, peserta akan mengikuti field trip dan pemberian materi dari berbagai disiplin ilmu. Untuk agenda field trip, peserta akan diajak mengunjungi kawasan UNESCO Global Geopark (UGG) Ciletuh-Palabuhanratu, Kawasan Gunung Tangkubanparahu, dan Kota Bandung.

“Kita pilih Geopark Ciletuh-Palabuhanratu karena menjadi contoh baik bagaimana kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Jawa Barat. Geopark ini juga merekam bagaimana kondisi sebelum dan selama perubahan iklim,” kata Santi.

Adapun peserta yang mengikuti secara daring berasal dari negara Malaysia, Jepang, Polandia, Iran, Madagaskar, Yaman, Tiongkok, Pakistan, Tanzania, dan Indonesia. Sementara peserta yang mengikuti secara luring berasal dari negara Malaysia, Jepang, dan Tiongkok.

Dekan FTG Unpad Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, M.Sc., PhD, mengatakan, pandemi Covid-19 dan perubahan iklim global menjadi tantangan bagi perguruan tinggi untuk tetap menghasilkan lulusan berkualitas. Untuk itu, kolaborasi dan internasionalisasi diperlukan untuk menjawab tantangan tersebut.

“Kita ingin meningkatkan kualitas pendidikan dan metode terbaik untuk ‘melihat’ dunia di era normal baru. Saya yakin Hybrid Summer Program ini menjadi salah satu jawaban untuk menjawab tantangan tersebut,” kata Prof. Mega.

Kegiatan Hybrid Summer Program ini dibuka secara resmi oleh Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti. Dalam sambutannya Rektor mengatakan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan kolaborasi internasional di antara generasi muda.

“Saya yakin kolaborasi internasional dapat meningkatkan kontribusi generasi muda Indonesia untuk melestarikan alam dan budaya sekaligus memperhatikan isu perubahan iklim global untuk menghdapai perubahan global,” kata Rektor.

Acara pembukaan Hybrid Summer Program ini menghadirkan pembicara kunci Delegasi Tetap RI untuk UNESCO Prof. Ismunandar serta Izu Peninsula UNESCO Global Geopark, Jepang, Prof. Katsuhiko Asahi.*

Share this: