Gelar Konferensi Internasional, Fkep Unpad Sumbang Pemikiran untuk Hadapi Perubahan Iklim

Fkep Unpad
Suasana konferensi internasional "The 8th Padjadjaran International Nursing Conference" yang digelar Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran.*

[Kanal Media Unpad] Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran menyelenggarakan “The 8th Padjadjaran International Nursing Conference” secara hybrid pada 13-16 September 2022. Acara ini mengusung tema “Sustainable Health and Well-being: Fostering Collaborations for Mitigation and Adaptation to The Climate Changes”.

Acara tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari kontribusi Fkep Unpad dalam menghadapi perubahan iklim. Kegiatan dibagi dalam dua sesi, yaitu sesi preconference pada 13-14 September 2022 dan sesi conference pada 15-16 September 2022.

“Sudah dua tahun kita menjalani pandemi dan sekarang sudah semakin dekat dengan akhir pandemi Covid 19. Namun, ada isu besar lain yang sudah mulai mempengaruhi kesehatan serta kehidupan manusia, yaitu perubahan iklim,” ujar Dekan Fkep Unpad, Prof. Kusman Ibrahim, S.Kp., MNS., Ph.D.

Penyelenggaraan konferensi hybrid ini bekerja sama dengan berbagai institusi, asosiasi, serta jurnal internasional terindeks Scopus di seluruh dunia, di antaranya American Nursing Association, Journal of Holistic Nursing, Universitas Pelita Harapan, Universitas Aisyiah Bandung, University of Nottingham, Texas Woman University, University of Glasgow, University of Newcatle, University of Tokyo, National Cheng Kung University, Prince of Songkla University, Fakultas Kedokteran Gigi Unpad, Visaya State University, Center for Economics and Development Studies Unpad, dan Sultan Qaboos University.

Partisipan konferensi hybrid ini berjumlah 455 orang yang terdiri dari para akademisi, praktisi klinis, dan umum yang terasal dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, terdapat juga banyak partisipan yang berasal dari luar Indonesia, seperti dari Australia, Filipina, Korea Selatan, Inggris, Malaysia, Thailand, Kuwait, dan Amerika Serikat.

Partisipan juga berkesempatan untuk mempresentasikan karya ilmiahnya baik secara oral maupun presentasi poster. Ketua Panitia The 8th Padjadjaran International Conference, Hana Rizmadewi Agustina, Ph.D berharap para partisipan konferensi hybrid ini mendapatkan ilmu pengetahuan dan diskusi yang bermanfaat untuk mengembangkan aspek personal, profesional, organisasi, serta lingkungan.

Konferensi ini menghadirkan pembicara kunci Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad Prof. Arief Anshory Yusuf. Prof. Arief memaparkan data World Bank yang menunjukkan bahwa Indonesia masuk kedalam kategori negara yang dinilai lambat dalam program penanganan stunting.

Di tahun 2020 masih terdapat 30 persen balita di Indonesia yang mengalami stunting dan kondisi akan berdampak pada kondisi ekonomi negara.

“Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sangat diperlukan untuk membantu memecahkan masalah stunting dengan cara yang inovatif dan perguruan tinggi sangat berperan dalam hal ini,” kata Prof. Arief.

Selain Prof. Arief, konferensi hybrid ini diisi oleh sejumlah pembicara lain yang sangat ahli di bidangnya. (rilis)*

Share this: