Mengenal Lele Mutiara Transgenik Hasil Riset Guru Besar Unpad

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Ir. Ibnu Dwi Buwono, M.Si., menjadi pembicara dalam diskusi dalam diskusi Satu Jam Berbincang Ilmu (Sajabi) yang digelar secara daring, Sabtu (22/10/2022).*

[Kanal Media Unpad] Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Ir. Ibnu Dwi Buwono, M.Si., mengembangkan ikan lele mutiara transgenik yang disisipi oleh gen hormon pertumbuhan ikan lele dumbo. Hasil penelitiannya ini berpotensi meningkatkan produksi budi daya ikan lele berkualitas.

“Jadi growth hormone dari ikan lele dumbo kemudian ditransfer ke ikan lele mutiara sehingga nanti ikan lele mutiaranya menjadi lele mutiara transgenik GH,” kata Prof. Ibnu dalam diskusi Satu Jam Berbincang Ilmu (Sajabi) yang digelar secara daring, Sabtu (22/10/2022).

Prof. Ibnu mengungkapkan, penelitian tersebut telah  dilakukan dalam beberapa tahapan. Penelitian ini menggunakan meteode elektroporasi, yaitu mentransfer gen Gh dengan mediator sperma ikan lele.

Ikan lele induk melalui transfer gen tersebut telah ia dapatkan pada penelitiannya di tahun 2016.

“Tahun 2016 ke depannya kita menggunakan induk ini sebagai nenek moyangnya  untuk meneruskan ke generasi-generasi berikutnya,” ungkap Prof. Ibnu.

Prof. Ibnu sendiri memilih penelitian mengenai ikan lele karena ia melihat ikan ini dinilai paling mudah dibudidayakan, baik di pedesaan maupun  perkotaan. Ikan lele pun menjadi salah satu komoditas pangan yang menjadi kebutuhan masyarakat.

“Ini tidak pernah sepi peminat untuk budi daya karena bisa dilakukan skala rumah tangga maupun skala industri,” ujar Prof. Ibnu.

Meskipun saat ini teknik pembenihan sudah baik, Prof. Ibnu mengatakan masih ada kendala terkait budi daya lele. Salah satunya adalah belum menggunakan strain lele unggulan.

Selain itu, belum tepatnya penerapan program pemuliaan dapat menyebabkan keterbatasan benih pada musim kemarau. Sumber induk lele pun tidak pernah diganti sehingga kualitas genetikanya lambat laun menurun. Dalam penelitiannya, ia mengharapkan ada stabilitas pertumbuhan super pada setiap generasi ikan lele.

“Ini yang memotivasi saya untuk bagaimana menciptakan pertumbuhan super pada generasi ikan lele ini dengan pertumbuhan yang stabil,” ungkap Prof. Ibnu.

Lebih lanjut Prof. Ibnu menjelaskan, walau mulanya ikan lele mutiara memiliki keistimewaan, setelah beberapa generasi ikan ini tidak menunjukkan karakter superior. Ikan ini hanya menunjukkan 40 persen peningkatan pertumbuhan dari induk awalnya.

“Oleh karena itu supaya strain ini bisa terus permanen pertumbuhannya maka kami tahun 2016 itu merakit yang menggunakan penyisipan gen hormon pertumbuhan ikan lele dumbo melalui transfer gen,” ujar Prof. Ibnu.

Hingga saat ini, ikan lele mutiara transgenik hasil penelitiannya telah diproduksi hingga generasi keempat. Ikan lele ini terbukti memiliki peningkatan pertumbuhan sekitar 100-200 persen.

“Kita sudah melihat di sampai generasi ke empat ini sudah performa yang stabil pertumbuhannya dan bersifat permanen karena sudah terintegrasi ke dalam genomnya sehingga di sini potensinya tinggi sekali untuk meningkatkan produksi budidaya ikan lele,” kata Prof. Ibnu. (arm)*

Share this: