Ainaa Maulidya Zahra Raih “Best Speaker” pada Konferensi Internasional di Turki

Ainaa Maulidya Zahra, mahasiswi Universitas Padjadjaran peraih Best Speaker” pada Kegiatan international Conference Universal Islamic Event (Unite) di Istanbul, Turki, 31 Oktober – 8 November 2022 lalu.

[Kanal Media Unpad] Mahasiswi Program Studi Administrasi Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Ainaa Maulidya Zahra meraih prestasi sebagai penyaji terbaik atau “Best Speaker” pada Kegiatan international Conference Universal Islamic Event (Unite) di Istanbul, Turki, 31 Oktober – 8 November 2022 lalu.

Konferensi internasional Unite merupakan program yang mempertemukan para generasi muda dari berbagai negara untuk berdiskusi, memaknai sejarah Islam, dan menciptakan suatu gagasan yang dapat meningkatkan  pengaruh bagi lingkungan dengan semangat peradaban Islam.

Ainaa berkesempatan menjadi salah satu delegasi setelah melewati beberapa rangkaian seleksi yang diikuti ratusan pendaftar mahasiswa Indonesia dari berbagai Universitas.

Selain itu, Ainaa mengikuti workshop design thinking dengan luaran berupa penugasan presentasi dari hasil diskusi mengenai suatu permasalahan dengan menggunakan metode design thinking secara berkelompok.

Ainaa juga berkesempatan mempresentasikan proyek kebaikan bertajuk ‘Senang Bertumbuh’. Presentasi ini disampaikan di hadapan tiga dewan juri.

Ide proyek yang digagas Ainaa dan rekan adalah platform media dengan mengajak Teman-teman wanita Muslim, khususnya Fans KPop, K-Drama untuk bertumbuh dan berkembang lebih baik melalui rekoneksi dengan Islam  dan Al-Quran. Presentasi proyek inilah yang membawa Ainaa meraih penghargaan sebagai Best Speaker.

“Alhamdulillah, tidak disangka Juri yang merupakan pembicara seminar dari Pakistan, menyambut dengan baik ide saya bahkan beliau mengatakan ‘ini adalah ide yang menarik, semangat untuk merealisasikannya’,” tutur Ainaa.

Aina mengatakan, mengikuti konferensi international di Turki merupakan pengalamannya yang paling berkesan. Sempat ragu, tetapi ia berhasil mengalahkan keraguan tersebut dan tampil optimal di forum internasional.

“Jangan membatasi kemampuan diri sendiri. Karena menyesal tidak mencoba jauh lebih sakit  daripada merasakan kegagalan,” pungkasnya. (rilis)*

Share this: