Mahasiswa Statistika Unpad Raih Prestasi di Ajang Satria Data 2022

Tim mahasiswa Program Studi Statistika Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran meraih juara II di Kompetisi "Statistika Ria dan Festival Sains Data (Satria Data)" 2022 kategori Statistics Infographics Competition (SIC) yang dilaksanakan di Universitas Islam Indonesia (UII )7-8 Desember 2022 lalu.*

[Kanal Media Unpad] Tim mahasiswa Statistika Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran meraih prestasi di Kompetisi “Statistika Ria dan Festival Sains Data (Satria Data)” 2022 kategori Statistics Infographics Competition (SIC) yang dilaksanakan di Universitas Islam Indonesia (UII )7-8 Desember 2022 lalu.

Pada ajang tersebut tim Statistika Unpad yang terdiri dari Ananda Putri Mitra, Muhammad Yordan Adi Pramana, dan Aissa Putri Pertiwi berhasil meraih juara II. Sementara itu penghargaan Best Presentation berhasil diraih oleh Sazia Husna, Icen Ectefania Mufrida, dan Faizal Ali Rafi.

Peraih penghargaan Best Presentation dari tim Statistika Unpad.*

“Harapan saya bersama tim pastinya dapat mengharumkan nama Universitas Padjadjaran. Kami harap prestasi yang telah diraih dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan berusaha dalam meraih prestasi. Semoga kedepannya akan hadir lebih banyak prestasi yang diraih oleh Unpad,” kata Ananda saat dihubungi Kanal Media Unpad.

Satria Data merupakan kompetisi untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam bidang statistika, sains data, serta penerapannya. Selain kemampuan hardskill di bidang statistika dan sains data, kegiatan tersebut juga mengkompetisikan softskill seperti kemampuan komunikasi, visualisasi, kerja sama, dan kreativiitas dalam pemecahan masalah kompleks.

Ada empat jenis lomba yang dikompetisikan, yaitu: National Statistics Competition (NSC), Statistics Essay Competition (SEC), Statistics Infographic Competition (SIC) dan Big Data Challenge (BDC).

Pada kompetisi tersebut, peserta diharuskan membuat karya sesuai dengan kategori kompetisi yang diikuti. Ananda dan tim mengangkat judul “Ketidakpedulian, Awal Mula HIV”. Judul ini diangkat berdasarkan tujuan SDGs nomor 3 “Good Health and Well Being”.

“Kami mengangkat tentang HIV karena ketika kami brainstorming mengenai topik infografis, kami mengetahui masih kurangnya dukungan dari masyarakat terhadap penuntasan HIV/AIDS. Masyarakat masih memiliki anggapan bahwa HIV hanya terjadi pada kelompok berisiko saja, bahkan bisa jadi ada individu yang tidak sadar terkena HIV dan tetap menjalani hidup seperti biasa. Maka dari itu, kami membuat infografis ini dengan harapan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap HIV/AIDS,” jelas Ananda.

Dalam infografis, tim menampilkan grafik perbandingan kasus HIV di negara Indonesia dengan negara Thailand, Filipina, dan Vietnam. Selain itu terdapat penyebab beserta potensi penularan HIV.

“Kemudian terdapat data penyebaran HIV berdasarkan populasi kelompok beresiko untuk menunjukkan bahwa mayoritas yang terkena HIV bukan hanya dari kelompok berisiko saja,” jelas Ananda.

Ananda dan tim juga menampilkan perbandingan kasus HIV berdasarkan jenis kelamin. Berdasarkan data, diketahui jenis kelamin laki-laki lebih banyak terkena HIV. Perkembangan strategi dari pemerintah juga divisualisasikan dalam infografis.

“Infografis ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan HIV dalam membantu mewujudkan tujuan SDGs nomor 3, sehingga kami menambahkan hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah HIV,” ungkap Ananda.

Sementara itu, Sazia dan tim mengangkat judul “Kondisi Indonesia Menuju Energi Bersih dan Terjangkau”, sesuai dengan penerapan skenario New Renewable Energy dalam menghadapi tantangan efisiensi energi.

Judul tersebut mengarah kepada salah satu tujuan pada SDGS Goal ke 7 yaitu menjamin akses energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern untuk semua. Berdasarkan capaian negara di ASEAN, tim memilih 3 negara lain untuk dibandingkan dengan Indonesia, yaitu Thailand, Vietnam, dan Myanmar.

“Solusi yang dapat dilakukan untuk mewujudkan indonesia negara dengan energi bersih dan terjangkau adalah diperlukan dana yang besar dan kesadaran masyarakat untuk melakukan konversi dan efisiensi dengan memanfaatkan energi bersih dan terbarukan,” ujar Sazia. (arm)*

Share this: