FEB Unpad Lakukan Studi Banding Peningkatan Mutu Layanan ke UM Malaysia

Suasana kegiatan International Quality Benchmarking 2023 yang dilakukan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran di LEAD Building Kampus FEB Unpad, Jatinangor, 11 - 13 Juli 2023 lalu.*

[Kanal Media Unpad] Dalam upaya mempelajari praktik terbaik untuk meningkatkan mutu layanan akademik dan non-akademik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran melaksanakan International Quality Benchmarking 2023 kepada Corporate Performance Centre Universiti Malaya (UM), Malaysia, di LEAD Building Kampus FEB Unpad, Jatinangor, 11 – 13 Juli 2023 lalu.

Kegiatan dilakukan untuk mempelajari strategi dalam meraih capaian tinggi pada pemeringkatan internasional dan pemeringkatan berdasarkan bidang (by subject) di bidang ekonomi dan bisnis.

Dalam rilis yang diterima Kanal Media Unpad, UM Malaysia dipilih sebagai mitra pembandingan karena adanya kedekatan kultur, sehingga diharapkan proses perbaikan berkelanjutan yang dilakukan FEB Unpad dapat lebih efektif dan realistis.

Narasumber utama pada kegiatan ini adalah Assoc. Prof. Dr. Ahmad Zabidi bin Abdul Razak sebagai Director of Corporate Performance Centre (CPC) Universiti Malaya yang bertanggung jawab meramu strategi untuk meraih performa berkualitas tinggi di UM termasuk pencapaian KPI dan pemeringkatan.

Pada hari pertama, seminar dilakukan dengan dihadiri pengelola FEB Unpad serta perwakilan Satuan Penjaminan Mutu dan kepala-kepala unit penjaminan mutu berbagai fakultas di Unpad. Kegiatan dibuka oleh Dekan FEB Unpad Prof. Dr. Nunuy Nur Afiah. Bertindak sebagai moderator Alfiah Hasanah, PhD (Manajer Pembelajaran Kemahasiswaan dan Alumni). 

Paparan diawali dengan perkenalan Unpad dan FEB Unpad oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Riset Prof. Maman Setiawan, PhD dilanjutkan mengenai maksud dan esensi kegiatan oleh Kepala Unit Penjaminan Mutu FEB Budi Harsanto, PhD. 

Budi menyampaikan bahwa dalam literatur, benchmarking berarti kegiatan perbaikan berkelanjutan dengan mempelajari organisasi lain yang telah menerapkan praktik baik atau praktik terbaik di bidangnya. 

Dalam paparannya, Prof. Ahmad Zabidi menekankan bahwa UM tidak bekerja untuk pemeringkatan, tetapi bagaimana aktivitas sehari-hari berkontribusi pada pemeringkatan.

Selanjutnya pada hari kedua, kegiatan digelar berupa FGD yang dilakukan oleh dekanat FEB Unpad untuk melakukan pendalaman dengan paparan awal dari Wakil Dekan II Dr. Kurniawan Saefullah. 

Dari pertukaran pengalaman, terdapat banyak persamaan seperti tahun pendirian yang tak jauh berbeda, bahasa pengantar yang terdiri dari campuran bahasa nasional dan asing, adanya sistem KPI dan insentif, serta adanya value universitas dan fakultas. 

Di antara yang unik di UM adalah bahwa budaya riset sangat kuat sehingga relatif tidak ada isu mengenai produktivitas riset, core value yang menjadi bagian KPI, kewajiban staf untuk membaca 5 buku per tahun, juga insentif publikasi yang diberikan per halaman, tidak per judul sebagaimana umum dilakukan. 

Pada akhir sesi, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat banyak insight dari kegiatan international quality benchmarking ini dengan beberapa masukan strategis untuk improvement di FEB Unpad adalah alignment yang lebih jelas dan kuat antara kriteria/indikator pemeringkatan dengan KPI FEB, serta sistem peraihan KPI di FEB Unpad yang perlu lebih detail dan data-driven. (rilis/irma)*

Share this: