Tim PPM FIB Unpad Gagas Pendirian Kembali Panti Wreda di Desa Cikeruh

Tim PPM Fakultas Ilmu Budaya di Desa Cikeruh, Jatinangor, Kabupaten Sumedang.*

[Kanal Media Unpad] Tim Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Cikeruh, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pertengahan Agustus lalu. Salah fokus yang dilakukan adalah mendorong berdirinya panti wreda di wilayah tersebut.

Tim PPM FIB Unpad Bermanfaat dengan Ketua Prof. Dr. Nina Herlina, M.S., dan anggota Rina Adyawardina, M.Si., dan Tanti R. Skober, M.Hum., serta dibantu tim mahasiswa mengubah pandangan masyarakat bahwa menitipkan orang tua yang sudah lansia ke panti jompo/wreda bukanlah hal memalukan.

Dalam rilis yang diterima Kanal Media Unpad, berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, masyarakat Desa Cikeruh masih berpandangan bahwa adalah hal memalukan membiarkan orang tua yang sudah lansia ke panti jompo meskipun berada dalam kondisi hidup berkekurangan.

Hal tersebut juga diperjelas dengan keterangan Kepala Desa Cikeruh Ii Ja’i., dalam acara sosialisasi pendirian panti wreda di Masjid Riyaddlul Jannah Desa Cikeruh, Minggu (6/8/2023) lalu. “Masyarakat kami ini memang banyak yang masih punya pandangan tradisional, meskipun hidup serba kekurangan, pantang mengirim orang tuanya yang sudah lansia dan tidak terurus untuk tinggal di panti jompo,” tuturnya.

Menurut Prof. Nina, beberapa tahun lalu, sejumlah guru besar Unpad bersama donatur lain pernah menidirikan panti wreda di bawah naungan Yayasan Riyaadlul Jannah. Di panti ini, para lansia diberikan fasilitas yang lumayan. Kurang dari 20 lansia menghuni panti tersebut.

“Selain kamar berisi furnitur lengkap, para lansia mendapat pakaian dan makanan bergizi baik, rekreasi ke tempat wisata sebulan sekali, hingga kunjungan dokter. Untuk kebutuhan Rohani, para lansia penghuni Panti juga mengikuti pengajian setiap minggu di Mesjid Riyaadlul Jannah yang terletak di dalam kompleks panti,” kata Prof. Nina.

Sayangnya, operasional panti hanya berjalan sekira sembilan bulan. Satu per satu, lansia tersebut dibujuk keluarganya untuk pulang ke rumah asal hingga akhirnya tersisa dua orang. Dengan terpaksa, panti ini harus berhenti beroperasi.

“Terungkaplah apa penyebab mereka meninggalkan panti wredha. Rata-rata menyebutkan bahwa anak mereka merasa malu oleh tetangga, membiarkan orang tua mereka tinggal di panti Jompo. Jadi biarpun harus hidup susah, tinggal dengan keluarga itu berarti ikut menjaga kerhormatan keluarga,” kata Prof. Nina.

Melalui kegiatan PPM tersebut, akademisi Unpad berupaya mengubah pola pikir masyarakat yang beranggapan bahwa suatu hal memalukan membiarkan orang tua yang sudah lansia dan tidak terurus tinggal di panti jompo.

“Kami berharap warga masyarakat bisa bersikap lebih realistis, mendukung keluarga mereka yang sudah lansia untuk tinggal di panti jompo dan bisa hidup lebih sejahtera. Kami berniat mendirikan kembali panti wreda yang sudah ditutup itu,“ kata Prof. Nina. (rilis)*

Share this: